Honest Bank Whatsapp
Ingin beli saham pakai kartu kredit? Pahami dulu risiko dan benefitnya!Ingin beli saham pakai kartu kredit? Pahami dulu risiko dan benefitnya!

Ingin beli saham pakai kartu kredit? Pahami dulu risiko dan benefitnya!

Farichatul Chusna
Aug 26, 2026
Jump to:

Kartu kredit juga bisa digunakan sebagai alat untuk mendapatkan pendapatan pasif (passive income). Salah satunya adalah dengan digunakan untuk membeli aset investasi portofolio, seperti saham. Meskipun demikian, ada risiko dan benefit tersendiri yang harus kamu pertimbangkan sebelum membeli aset investasi ini dengan menggunakan kartu kredit. Berikut ini diantaranya! 

Beli saham menggunakan kartu kredit, memangnya bisa?

Untuk membeli saham sebuah perusahaan, investor perlu mengisi saldo Rekening Dana Nasabah (RDN) terlebih dahulu. Meskipun ini sebenarnya nggak dilarang, namun sejauh ini aplikasi investasi saham seperti Ajaib, iPOT maupun Stockbit hanya menyediakan opsi top up saldo RDN menggunakan rekening debit (kartu ATM) maupun dompet digital saja. 

Ini artinya, nasabah yang ingin menggunakan kartu kredit sebagai metode pembayaran pembelian saham perlu melakukan gesek tunai terlebih dahulu dan memasukkan uang tunai tersebut ke rekening debit mereka atau melakukan transaksi langsung secara offline ke perusahaan sekuritas terkait. Cara investasi pakai kartu kredit ini tidak hanya ribet, tetapi juga meningkatkan risiko investasi saham itu sendiri.

Keuntungan beli saham menggunakan kartu kredit

1. Menambah modal

Mirip margin trading, menggunakan credit card untuk membeli saham juga bisa menambah modal. Misalnya, pada akhir Bulan Agustus ini saham INDF naik ke level Rp7.500 per lembar atau Rp750.000 per lot. Namun karena akhir bulan, uang kamu tinggal Rp350.000 yang mana artinya kamu tidak akan bisa membeli saham perusahaan tersebut (minimal pembelian 1 lot). Dengan meminjam uang dari kartu kredit sebesar Rp300.000, kamu bisa membeli saham tersebut. 

2. Membeli saham tepat pada waktunya

Pasar saham bersifat sangat fluktuatif. Harga sebuah saham tidak selalu naik saat tanggal gajian dan tidak selalu turun di akhir bulan. Kemampuan seorang investor untuk take profit atau cut loss tergantung pada kemampuannya memanfaatkan kondisi fluktuasi tersebut. Oleh karena itu, beli saham pakai kartu kredit bisa menjadi solusi ketika harga saham incaran kamu sedang berada di angka yang tepat tapi kamu sedang tidak punya hard cash.

3. Realokasi aset

Tagihan rumah kamu sedang banyak bulan ini tapi kamu nggak mau putus investasi? Credit card bisa menjadi solusi. Kamu bisa bayar tagihan dengan kartu kredit lalu menggunakan uang tunai untuk investasi saham atau sebaliknya, pakai uang tunai untuk bayar tagihan bulanan dan pakai kartu kredit Honest untuk investasi.

Risiko beli saham menggunakan kartu kredit

1. Risiko volatilitas pasar

Membeli aset investasi portofolio tidak disarankan menggunakan uang pinjaman, apapun jenisnya. Hal ini karena uang pinjaman tetap harus dibayar meskipun investasi kamu merugi akibat kondisi pasar yang fluktuatif. 

Contoh, kamu membeli saham perusahaan X sebanyak 10 lot diharga Rp6.750.000 atau Rp6.750 per lembar dengan 100% menggunakan kartu kredit. Harapannya adalah, kamu bisa take profit 20 hari kemudian di level harga Rp7.000 per lembar atau Rp7.000.000, jadi kamu bisa untung Rp250.000. Namun sayangnya, harga saham perusahaan X tersebut justru turun di level Rp6.000 per lembar pada tanggal tersebut. Ini artinya, kamu bukannya untung Rp250.000, malah rugi sebesar Rp750.000 dan harus melunasi seluruh utang kredit tersebut sebelum tanggal jatuh tempo supaya tidak terkena biaya bunga. 

Risiko volatilitas pasar ini akan semakin besar apabila seluruh modal investasi kamu berasal dari kartu kredit dan kamu menggunakan strategi dollar cost averaging (DCA). Berbeda dengan contoh diatas, strategi dollar cost averaging (DCA) dilakukan dengan cara terus membeli saham atau aset investasi lainnya ketika harga saham tersebut sedang turun. Tujuannya adalah untuk mendapatkan nilai harga rata-rata yang rendah. Membeli saham dengan strategi DCA akan membuat tagihan kredit kamu akan selalu ada setiap bulannya dan akan membengkak apabila tidak dikelola dengan baik. 

2. Risiko biaya

Sebelum memanfaatkan kartu kredit untuk investasi, kamu harus tahu terlebih dahulu faktor biaya yang harus ditanggung. Hal ini karena biaya-biaya tersebut tentunya akan mengurangi potensi keuntungan yang akan kamu peroleh. Berikut ini beberapa jenis biaya yang umumnya ada dalam transaksi saham:

  • Biaya bunga. Jenis biaya ini harus dibayarkan ketika kamu menggunakan kartu kredit dengan cara gestun, baru membayar tagihan setelah grace period berakhir atau membayar tagihan kredit dengan cara mengangsur. Untuk kartu kredit Honest, besaran biaya bunga ini sekitar 1,75% dari total tagihan per bulan. Kamu tidak perlu membayar biaya ini jika membeli saham dengan menggunakan rekening tabungan (uang dingin). 
  • Biaya transfer antar bank. Setiap aplikasi investasi saham bermitra dengan bank tertentu untuk menyimpan Rekening Dana Nasabah (RDN) investor mereka. Ajaib Sekuritas misalnya, bekerjasama dengan Bank Permata. Ini artinya, jika kamu tidak menggunakan bank ini, kamu perlu membayar biaya transfer antar bank setiap kali isi saldo RDN dan setiap kali mencairkan saldo RDN ke rekening transaksi harian kamu. 
  • Biaya jasa sekuritas. Setiap perusahaan sekuritas membebankan biaya sekitar 0,15% sampai 0,25% dari total transaksi untuk setiap transaksi jual dan beli saham. 

Meskipun tidak disarankan, namun risiko investasi saham menggunakan credit card bisa diminimalisir. Pertama, hindari beli saham 100% menggunakan credit card atau pinjaman lainnya. Usahakan sebagian modal investasi kamu berasal dari “uang dingin”. Kedua, jangan gunakan gestun dan bayar lunas tagihan kredit tepat waktu untuk menghindari bunga. Ketiga, pastikan keuntungan investasi per bulan di atas 1,75% + biaya lain-lain di atas. Keempat jangan lupa nyalakan fitur notifikasi di aplikasi kartu kredit sebagai pengingat pembayaran. 

Maksimalkan passive income dari saham dengan cara investasi yang hati-hati dan bijaksana bersama Honest App.

Frequently Asked Questions (FAQ):

1. Kenapa profit saham susah menutup bunga kartu kredit?

Profit saham susah menutup kartu kredit karena rata-rata profitnya 10-15% per tahun dan sifatnya tidak tetap (fluktuatif). Sedangkan bunga kartu kredit jumlahnya lebih besar dan sifatnya tetap (flat).

2. Poin reward atau cashback kartu kredit apakah bisa dijadikan modal untuk investasi?

Beberapa aplikasi investasi mungkin bisa mengkonversi poin atau cashback kartu kredit menjadi saham atau instrumen investasi lainnya ke sekuritas tertentu. Untuk memastikannya sebaiknya cek dulu syarat dan ketentuannya di aplikasi.

3. Bolehkah saya menggunakan dana darurat untuk investasi saham meskipun sedang ada tagihan kartu kredit yang berjalan?

Sebelum kamu mengalokasikan uang untuk investasi saham, lunasi terlebih dahulu seluruh tagihan kartu kredit yang sedang berjalan supaya nggak semakin membebani keuanganmu. Hindari memakai dana darurat untuk investasi, baiknya gunakan uang dingin untuk investasi demi mencegahmu terlilit hutang yang lebih besar di kemudian hari.

4. Gestun kartu kredit aman atau tidak?

Secara keseluruhan, gestun atau gesek tunai sangat berisiko, kartu kreditmu bisa berpotensi diblokir oleh pihak bank jika ketahuan.

5. Lebih baik investasi saham pakai debit atau kartu kredit?

Investasi saham paling aman menggunakan uang dingin. Artinya, kamu nggak membutuhkan uang dalam keadaan mendesak dalam jangka pendek. Menggunakan uang dingin untuk investasi juga bertujuan untuk meminimalisir kamu terjebak hutang yang lebih besar.

No items found.
No items found.

What are you waiting for?

Get your Honest Card today

Apply now