Ini risiko menggunakan wi-fi umum saat transaksi digital, waspada kebocoran data!
Saat ini, banyak tempat-tempat umum seperti cafe, restoran bahkan taman kota yang sudah menyediakan fasilitas wifi publik. Fasilitas ini menjadi solusi untuk pengunjung tempat-tempat umum tersebut yang sedang kehabisan kuota data. Namun demikian, sebaiknya fasilitas ini tidak digunakan untuk melakukan transaksi keuangan demi meminimalisir risiko penipuan kartu kredit. Ini sebabnya!
Kenapa transaksi digital menggunakan wi-fi umum sangat berisiko?

Secara garis besar, transaksi digital menggunakan wifi umum sangat berisiko karena hacker dapat dengan mudah menyusup ke jaringan tersebut dan mencuri data pengguna. Modusnya adalah:
1. Menyadap interaksi menggunakan wifi umum tanpa password
Password adalah salah satu alat yang digunakan untuk melakukan proses encode dan decode. Kedua proses ini penting untuk memastikan pesan atau apapun yang kamu kirim menggunakan jaringan tersebut tidak dapat dibaca dengan mudah oleh orang yang tidak bertanggung jawab.
Wifi umum seringkali tidak memiliki password, sehingga pesan apapun yang dikirim melalui jaringan tersebut, termasuk pesan transaksi keuangan, dapat dengan mudah dibaca dan dipahami hackers. Akibatnya, para peretas tersebut bisa mengetahui username dan password mobile banking kamu hingga nomor kartu kredit kamu.
2. Membuat jaringan wifi palsu (evil twins)
Dilansir dari CNBC, modus lain yang seringkali muncul adalah hacker dapat dengan mudah membuat jaringan wifi palsu dengan nama yang menyerupai jaringan wifi asli. Dengan cara ini, hacker dapat mengetahui data-data pribadi korban, mulai dari data login sampai data kartu kredit apabila kamu mengakses aplikasi keuangan.
Hal ini diperparah dengan kecenderungan handphone untuk langsung tersambung dengan wifi umum yang sudah tersimpan. Contohnya, ketika seorang hacker memberi nama wi-fi nya dengan “Free Airport Wifi”, handphone kamu secara otomatis akan terkoneksi dengan jaringan tersebut jika sebelumnya sudah terkoneksi dengan wifi bandara yang asli. Untuk mencegah bahaya wifi umum ini, jangan lupa untuk klik “forget this network” ketika sudah selesai menggunakan jaringan wifi tersebut.
3. Memanfaatkan kelemahan jaringan
Hacker juga bisa mengeksploitasi kelemahan yang ada dalam jaringan wifi tersebut untuk kemudian digunakan untuk kepentingan mereka. Misalnya, ternyata ada bug di handphone kamu. Dengan menggunakan wifi publik, hacker bisa memanfaatkan bug tersebut untuk menanamkan malware dan merekam seluruh informasi transaksi kamu.
Tips agar transaksimu tetap aman menggunakan wi-fi umum

Tentu sayang sekali bukan apabila ada fasilitas umum tapi tidak dimanfaatkan? Untungnya, resiko penggunaan wifi publik bisa diminimalisir. Berikut ini caranya:
1. Tanya password wi-fi kepada petugas
Salah satu cara mudah mengurangi resiko penggunaan wifi publik adalah dengan bertanya kepada kasir mengenai nama wifi coffee shop yang asli dan password-nya. Dengan demikian, kamu bisa terhindar dari menggunakan jaringan wifi palsu di atas (evil twins) sekaligus memastikan bahwa kamu tidak disadap dengan mudah karena pesan yang kamu kirimkan sudah dienkripsi.
Jangan lupa untuk pencet “forget this network” supaya kamu tidak terjebak menggunakan wifi yang salah saat mengunjungi coffee shop itu lagi.
2. Aktifkan 2 factor authentication
Cara memastikan keamanan transaksi digital di wifi publik yang ke-2 adalah dengan mengaktifkan autentikasi 2 faktor. Hal ini karena kamu akan mendapatkan kode sewaktu (OTP) yang tidak bisa serta merta disalin dan digunakan oleh peretas handphone kamu untuk keperluan mereka bahkan setelah mereka mengetahui password atau PIN kamu.
Kamu juga bisa dengan rajin mengganti password dan PIN secara teratur untuk memastikan tidak ada data pribadi yang tercuri selama kamu menggunakan wifi umum.
3. Pastikan kredibilitas website
Ketika secara tidak sengaja mengakses jaringan palsu (evil twin), korban seringkali diarahkan ke website palsu. Hal ini ditandai dengan URL website tersebut yang tidak bertanda “HTTPS”, melainkan “HTTP” atau bahkan tidak ada sama sekali. Interaksi di website yang tidak bertanda “HTTPS” seringkali mudah disadap karena pesan-pesan dalam interaksi tersebut tidak di encode maupun di decode.
Oleh karena itu, untuk melindungi transaksi kartu kredit kamu, pastikan hanya mengakses website dengan simbol “HTTPS” di URL-nya.
4. Menggunakan antivirus dan VPN
Menggunakan antivirus bisa meminimalisir adanya virus atau malware yang secara tidak sengaja terunduh di handphone kamu. Adapun menggunakan VPN bermanfaat untuk memastikan apapun transaksi yang kamu lakukan dengan menggunakan wifi publik tidak mudah dipahami dan diketahui oleh pihak ketiga manapun, termasuk hacker.
5. Gunakan jaringan pribadi untuk transaksi keuangan
Entah itu untuk bayar tagihan dengan kartu kredit Honest, atau sekedar mengakses data penting di email, gunakan jaringan data pribadi (kuota). Sebab umumnya jaringan data pribadi didesain lebih aman dibandingkan wifi publik. Kalau kuota sedang habis, kamu bisa menggunakan jaringan wifi yang lebih aman, seperti meminta tethering dari teman atau menggunakan wifi kampus.
Tidak dapat dipungkiri bahwasanya kadang penipu sudah lebih advance dalam menjalankan modusnya, meskipun kamu sudah menggunakan berbagai langkah keamanan di atas. Untuk meminimalisir kerugian, segera lapor kepada bank apabila ada transaksi mencurigakan.
Frequently Asked Questions (FAQ):
1. Bagaimana jika data seluler habis dan terpaksa menggunakan wi-fi umum?
Gunakan VPN (Virtual Private Network) tepercaya untuk mengenkripsi seluruh lalu lintas data dari perangkat Anda sebelum melakukan transaksi.
2. Apakah semua aplikasi VPN aman digunakan untuk bertransaksi?
Tidak. Hindari VPN gratisan yang tidak jelas reputasinya, karena beberapa di antaranya justru mencatat (log) dan menjual data aktivitas finansial Anda.
3. Apakah sebaiknya kita mematikan fitur auto-connect wi-fi?
Ya, ini merupakan salah satu cara mengamankan data yang kamu simpan. Mematikan fitur auto-connect wifi supaya perangkatmu tidak langsung tersambung ke jaringan asing yang belum pernah terhubung.
4. Apakah jaringan wi-fi yang menggunakan kata sandi (di kafe/hotel) pasti aman?
Belum tentu. Kata sandi tersebut dibagikan ke semua pengunjung, sehingga pengguna lain di jaringan yang sama tetap bisa memindai lalu lintas data kamu.
5. Mengapa fitur Bluetooth dan Sharing (File/Printer) harus dimatikan di wi-fi publik?
Untuk menutup celah masuk bagi peretas yang ingin mengakses dokumen atau menginstal perangkat lunak jahat ke dalam perangkat HP ataupun laptop yang kamu pakai.
What are you waiting for?
Get your Honest Card today







