Cara mendeteksi dan melaporkan transaksi kartu kredit yang mencurigakan
Kalau tiba-tiba notifikasi transaksi muncul di HP, padahal kamu lagi nggak menggunakannya. Maka kamu perlu hati-hati dan waspada. Pasalnya, itu bisa jadi ciri-ciri kartu kredit yang disalahgunakan.
Sebagai pengguna kartu kredit, hal-hal semacam ini sebaiknya diketahui sebagai deteksi dini. Selengkapnya simak cara mendeteksi dan melaporkan transaksi kartu kredit yang mencurigakan berikut ini!
Cara mendeteksi adanya transaksi kartu kredit yang mencurigakan

Sebagai antisipasi, sebaiknya kamu mengetahui cara mendeteksi adanya transaksi kartu kredit yang mencurigakan. Selengkapnya berikut ini!
1. Periksa riwayat transaksi secara berkala
Cara pertama mendeteksi adanya transaksi kartu kredit yang mengarah pada kejahatan adalah memeriksa riwayat transaksi secara berkala. Luangkan waktu secara berkala untuk membuka aplikasi kartu kredit atau internet banking, lalu telusuri daftar transaksi yang tercatat.
Jika saat mengecek kamu menemukan aktivitas yang mencurigakan, seperti nama merchant yang tidak familiar, adanya kode atau nomor transaksi yang aneh, atau lokasi pembelian yang jauh dari tempat kamu berada, jangan tunda untuk segera menghubungi pihak bank.
Lebih cepat kamu menyadarinya, lebih besar kemungkinan bank bisa membantu memblokir transaksi lanjutan dan meminimalkan kerugian. Langkah sederhana ini bisa jadi garis pertahanan pertama dari kejahatan kartu kredit.
2. Aktifkan notifikasi transaksi
Cara lain supaya kamu nggak terkena penipuan kartu kredit, yaitu mengaktifkan notifikasi transaksi. Meski terlihat sepele, tapi sangat penting. Dengan notifikasi itu, kamu bisa tahu pengeluaran apa saja yang sudah kamu lakukan.
Salah satu kartu kredit dengan real time notifications yang cocok untuk mendeteksi riwayat transaksi adalah Kartu Kredit Honest. Setiap kali ada transaksi kartu kredit tidak dikenal, kamu akan langsung menerima notifikasi di Honest App.
Keamanan data juga jadi prioritas utama. Kartu fisik Honest nggak menampilkan nomor kartu, tanggal kedaluwarsa, atau CVV. Semua informasi penting disimpan dengan aman di aplikasi. Jadi, meskipun kartumu hilang atau sempat dipinjam orang lain, data sensitifmu tetap aman.
Nggak cuma soal keamanan, Honest juga unggul di sisi fleksibilitas. Limitnya bisa sampai Rp100 juta, cocok buat berbagai kebutuhan, mulai dari belanja rutin sampai kebutuhan darurat. Kamu juga bisa atur sendiri pembayaran cicilan dengan bunga yang transparan dan pilihan tenor yang fleksibel. Oiya, kalau kamu suka traveling atau belanja di luar negeri, tenang aja, Honest sudah terhubung dengan jaringan Mastercard, jadi bisa dipakai transaksi kartu kredit luar negeri di ribuan merchant internasional, baik online maupun offline.
{{alert-cta}}
3. Waspadai transaksi dalam jumlah kecil yang berulang
Mendeteksi transaksi kartu kredit yang mencurigakan juga bisa dengan mewaspadai transaksi dalam jumlah kecil yang berulang. Ini sering jadi tanda awal bahwa kartu kamu sedang “diuji coba” oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Modusnya, pelaku akan melakukan transaksi kecil dulu, misalnya Rp1.000 atau Rp5.000, untuk melihat apakah kartu masih aktif dan bisa digunakan. Kalau berhasil, biasanya mereka lanjut ke transaksi yang lebih besar.
Makanya, sekecil apapun nominalnya, jangan dianggap sepele. Kalau kamu merasa nggak pernah melakukan transaksi tersebut, langsung cek detailnya di aplikasi dan laporkan ke bank penerbit kartu.
Cara melaporkan transaksi kartu kredit yang mencurigakan

Begitu kamu menemukan transaksi yang tidak dikenali, jangan panik namun segera bertindak. Semakin cepat dilaporkan, semakin mudah kerugian dihentikan. Ikuti langkah-langkah berikut untuk melaporkan transaksi kartu kredit yang mencurigakan!
1. Kumpulkan informasi transaksi
Cara melaporkan penipuan kartu kredit pada tahap awal, yaitu kamu bisa mengumpulkan terlebih dahulu informasi transaksi. Ini langkah penting sebelum menghubungi pihak bank, karena mereka biasanya akan menanyakan detail-detail spesifik untuk proses verifikasi.
Informasi yang perlu kamu catat antara lain tanggal dan waktu transaksi, nominal, nama merchant yang muncul di riwayat transaksi, lokasi (jika ada), serta bukti bahwa kamu tidak melakukan pembelian tersebut, misalnya kamu lagi nggak berada di lokasi transaksi, atau tidak memiliki akun di merchant tersebut. Informasi ini bisa dicatat atau simpan dalam bentuk screenshot di HP kamu!
2. Hubungi layanan pelanggan bank
Langkah selanjutnya setelah semua bukti terkumpul, kini kamu bisa menghubungi kontak layanan pelanggan pihak bank. Ada beberapa kontak yang biasanya dihubungi seperti call center, live chat di aplikasi resmi, dan email layanan pelanggan.
Kalau ingin cepat ditangani, Anda bisa hubungi call center bank penerbit kartu kredit kamu. Pastikan nomornya memang nomer resmi yang tertera di website atau halaman media sosial bank penerbit. Hati-hati karena bagian nomor call center ini juga sering disalahgunakan.
3. Minta pemblokiran kartu sementara
Setelah tersambung dengan pihak bank, segera minta pemblokiran kartu sementara untuk menghentikan semua aktivitas transaksi. Ini adalah bentuk perlindungan awal yang penting ketika kamu mencurigai adanya penyalahgunaan kartu kredit. Dengan memblokir kartu, kamu memastikan tidak ada transaksi lanjutan yang bisa menimbulkan kerugian lebih besar, baik dalam jumlah besar maupun transaksi kecil yang terus terjadi tanpa izinmu.
Pemblokiran bersifat sementara, jadi kamu tidak perlu khawatir kartu akan langsung ditutup permanen. Umumnya, kartu akan dinonaktifkan untuk sementara waktu sampai kamu merasa aman atau sudah mendapatkan pengganti. Dalam banyak kasus, proses ini juga cukup cepat, apalagi jika kamu menggunakan layanan digital dari bank yang memungkinkan kamu memblokir langsung lewat aplikasi tanpa harus menunggu lama di antrean call center.
Langkah ini memberimu kontrol penuh atas keamanan kartu, terutama di situasi darurat. Jangan ragu untuk bersikap tegas, begitu kamu merasa ada yang janggal, segera minta kartu dibekukan sementara agar tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
4. Ajukan dispute atau investigasi
Begitu kartu sudah diblokir sementara, kamu bisa langsung mengajukan dispute atau permintaan investigasi ke pihak bank. Dispute adalah proses resmi yang menyatakan bahwa kamu keberatan atas transaksi tertentu karena merasa tidak pernah melakukannya. Di tahap ini, bank biasanya akan memintamu mengisi formulir klarifikasi, baik secara digital maupun fisik.
Dalam formulir tersebut, kamu akan diminta mencantumkan detail transaksi yang mencurigakan seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya beserta bukti-bukti tambahan yang kamu punya.
Proses investigasi pun akan segera berjalan setelah laporan dispute diterima. Pihak bank akan memverifikasi transaksi dan menganalisis apakah benar terjadi penyalahgunaan. Selama masa ini, biasanya kamu akan diminta memantau informasi secara berkala atau memberikan klarifikasi tambahan bila diperlukan. Durasi penyelidikan bisa bervariasi, tapi umumnya berlangsung beberapa hari hingga beberapa minggu.
5. Pantau proses dan minta ganti kartu
Terakhir, pantau terus proses investigasi dan minta ganti kartu apabila penipuan sudah nggak bisa dicegah. Pihak bank biasanya akan memberikan pembaruan terkait hasil investigasi melalui email, telepon, atau notifikasi di aplikasi. Jadi penting untuk terus memantau komunikasi dari mereka agar kamu tidak melewatkan informasi penting.
Jika laporanmu dinyatakan valid dan transaksi memang berasal dari pihak yang tidak bertanggung jawab, kamu bisa mengajukan permintaan penerbitan kartu baru. Kartu lama akan dinonaktifkan secara permanen, dan kartu pengganti akan dikirimkan ke alamatmu.
Tunggu apa lagi?
Dapatkan Honest Card kamu sekarang








