Perbedaan QRIS statis dan QRIS dinamis yang perlu kamu pahami sebagai pelaku usaha
Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS adalah salah satu inovasi keuangan yang patut dibanggakan oleh masyarakat Indonesia. Dihadirkan oleh Bank indonesia sejak tahun 2019, metode pembayaran ini sudah diadaptasi oleh lebih dari 43 juta merchant di seluruh Indonesia dan jumlah ini diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan semakin banyaknya konsumen yang menggunakan metode pembayaran non-tunai.
Ingin menyediakan metode pembayaran ini di bisnis kamu? Eits, tunggu dulu. Tahukah kamu kalau metode pembayaran ini terbagi lagi menjadi dua jenis yang memiliki karakteristik yang berbeda, yaitu QRIS statis dan QRIS dinamis? Keduanya berbeda loh! Yuk ketahui perbedaannya berikut!
Apa itu QRIS statis?
QRIS Statis adalah jenis QRIS yang paling banyak digunakan di seluruh Indonesia karena paling cocok untuk lapak UMKM. Karakteristik QRIS jenis ini adalah satu barcode untuk semua transaksi. Penjual tinggal menempelkan barcode tersebut di dekat meja kasir untuk kemudian dipindai oleh pembeli.
Kelebihan QRIS Statis adalah praktis karena penjual tidak perlu memasukkan data transaksi ke dalam mesin POS. Cukup pembeli yang memindai kode dan memasukkan nominal transaksi, maka uang transaksi tersebut akan secara otomatis masuk ke rekening penjual. Hanya saja, kekurangannya adalah relatif kurang aman. Pasalnya, pembeli bisa saja memalsukan struk transaksi dan penipu dapat dengan mudah mengganti barcode yang tertera di meja kasir.
Apa Itu QRIS dinamis?
Di sisi lain, karakteristik utama QRIS dinamis adalah satu barcode untuk setiap transaksi. Jadi, barcode tersebut tidak hanya menampilkan rincian data rekening penjual, tetapi juga rincian masing-masing transaksi. Umumnya, jenis QRIS ini memiliki batas waktu penggunaan satu menit hingga 5 menit, setelah itu, barcode yang ditampilkan tidak bisa digunakan lagi.
Untuk menggunakan QRIS jenis ini, pemilik usaha perlu memiliki mesin POS kasir untuk input data dan mesin EDC. Data transaksi yang dimasukkan kasir melalui mesin POS akan muncul sebagai barcode sewaktu di mesin EDC dalam bentuk gambar di layar atau gambar di struk. Gambar inilah langsung oleh penjual, sehingga pembeli tidak bisa mengubah nilai transkasi. Namun, kekurangannya yang akan dipindai oleh pembeli.
Selain lebih aman karena adanya pewaktu, QRIS dinamis juga lebih aman karena setiap transaksi memiliki rincian nominal yang berbeda dan umumnya, data transaksi juga dimasukkan secara adalah, penggunaan QRIS dinamis membutuhkan aplikasi POS Kasir dan mesin EDC, sehingga ia lebih cocok untuk digunakan pebisnis kelas menengah hingga besar, seperti restoran, FnB dan lain sebagainya.
Perbedaan QRIS statis dan QRIS dinamis

Meskipun tidak memiliki perbedaan biaya yang signifikan, namun perbedaan QRIS Statis dan Dinamis tetap harus diperhatikan supaya kamu tidak salah menyediakan metode pembayaran.
1. Bentuk dan penggunaan
Perbedaan QRIS statis dan dinamis yang paling utama terlihat dari bentuk dan cara penggunaannya. QRIS statis berbentuk stiker yang ditempelkan di dekat meja kasir yang mana satu stiker ini bisa digunakan untuk membayar banyak transaksi penjualan sekaligus. Adapun barcode QRIS dinamis ditampilkan seketika dalam bentuk struk yang keluar di mesin EDC, gambar barcode di mesin EDC itu sendiri atau gambar barcode yang tampil di layar aplikasi. Barcode tersebut akan kadaluarsa dan tidak bisa digunakan kembali setelah beberapa menit.
2. Input data
Pada QRIS statis, input data transaksi dilakukan oleh pembeli, sementara pada QRIS dinamis, penjual atau kasir-lah yang memasukkan data pembelian. Maka dari itu, tidak heran jika metode pembayaran jenis kedua ini dianggap relatif lebih aman.
3. Keperluan perangkat
Untuk menggunakan QRIS statis, kamu hanya perlu mencetak barcode dan meletakkannya di dekat area pembayaran entah itu dalam bentuk stiker atau dilapisi akrilik. Namun, jika menggunakan QRIS dinamis, kamu membutuhkan aplikasi POS untuk memasukkan data transaksi dan mesin EDC untuk menampilkan barcode pembayaran.
4. Keamanan
QRIS dinamis juga relatif lebih aman dibandingkan dengan QRIS statis. Sebab, pembeli tidak bisa memasukkan nominal transaksi yang salah karena data transaksi dimasukkan oleh kasir. Selain itu, penipu juga tidak bisa serta-merta mengganti barcode toko kamu menjadi barcode miliknya.
5. Efektivitas dan efisiensi
Berbeda dengan QRIS statis, QRIS dinamis juga bisa digunakan untuk pembayaran transaksi digital secara efektif dan efisien. Misalnya, kamu membeli tiket kereta api di aplikasi KAI Access menggunakan metode pembayaran QRIS, maka aplikasi tersebut secara otomatis akan mengeluarkan gambar barcode. Kamu tinggal unduh gambar kode tersebut, lalu unggah di aplikasi kartu kredit Honest dan bayar menggunakan limit kamu.
QRIS statis tidak bisa digunakan untuk keperluan ini, sebab barcode QRIS jenis ini hanya tersedia data penjual saja dan belum data transaksi.
{{alert-cta}}
6. Kesesuaian bisnis
QRIS statis cocok untuk digunakan bisnis apapun, tapi paling cocok untuk bisnis skala kecil dan mikro. Hal ini karena dengan skala dan omzet yang lebih kecil, penjual jadi lebih mudah mengevaluasi pembayaran melalui QRIS secara manual. Adapun QRIS dinamis cocok untuk digunakan pebisnis skala menengah ke besar karena membutuhkan aplikasi POS, mesin EDC dan akan lebih mudah melakukan rekonsiliasi bank.
Pernah nggak sih kepikiran untuk menggunakan QRIS dalam bisnis? Caranya mudah! Gunakan fitur QRIS di aplikasi Honest App untuk memenuhi kebutuhan bisnis kamu, seperti membeli bahan baku atau dinas kantor. Ibarat sekali dayung dua pulau terlampaui, menggunakan fitur QRIS di aplikasi kartu kredit Honest tidak hanya akan membuat arus kas bisnis kamu lebih lancar, tetapi juga bisa meningkatkan skor kredit sekaligus menambah saldo Honest Savings. Jadi, tunggu apa lagi?! Download Honest App Sekarang!
Frequently Asked Questions
1. Bolehkah usaha skala kecil menggunakan QRIS dinamis?
Tentu saja. Tetapi untuk bisnis skala kecil disarankan menggunakan QRIS statis karena lebih praktis dan hemat biaya. Sebab QRIS dinamis membutuhkan perangkat tambahan, seperti mesin EDC/POS.
2. Apakah QRIS statis bisa kadaluarsa?
Tidak. QRIS statis bisa digunakan berkali-kali dan tidak ada masa kadaluarsa, kecuali merchant/penjual sengaja mengganti barcode-nya.
3. Apakah QRIS boleh digunakan untuk keperluan pribadi?
Ya. QRIS dapat digunakan untuk keperluan pribadi, seperti transfer uang, donasi, dan sebagainya. Jadi nggak melulu QRIS digunakan untuk keperluan bisnis atau usaha.
4. Berapa lama proses pendaftaran QRIS?
Proses pendaftaran QRIS umumnya memakan waktu 1-7 hari kerja, tergantung kebijakan vendor yang menyediakan QRIS.
5. Kapan sebaiknya beralih dari QRIS statis ke QRIS dinamis?
Jika usaha atau bisnis yang kamu jalankan volume penjualannya tinggi dan memiliki mesin kasir, kamu bisa mulai mendaftar QRIS dinamis supaya lebih aman, praktis, dan bisa langsung diintegrasikan dengan laporan keuangan bisnis.
What are you waiting for?
Get your Honest Card today







