Kenapa food waste dianggap money waste? Ini sederet fakta yang harus kamu tahu!
Siapa disini yang suka membuang-buang makanan? Mungkin kamu menganggap hal ini biasa saja karena kamu memang membuang sedikit makanan sisa karena sudah tak layak lagi. Akan tetapi, nyatanya, sampah sisa makanan (food waste) dapat mengakibatkan kerugian hingga USD$ 1 triliun per tahun loh! Mengapa demikian? Yuk ketahui selengkapnya berikut ini:
Apa itu food waste
Food waste atau sampah makanan adalah bahan makanan yang dibuang entah itu karena sudah tidak layak makan (busuk), atau rusak. Selain terjadi di sektor rumah tangga, seperti kamu membuang makanan sisa, food waste juga bisa terjadi dari sektor produsen (petani dan distributor) dan retailer (supermarket atau restoran membuang makanan yang tidak terjual.
Menurut Laporan Food Waste Index Report 2024, sebagaimana dilaporkan oleh Detik (2025) Indonesia adalah negara penyumbang limbah makanan terbesar di Asia Tenggara dan peringkat ke-8 dunia dengan jumlah sampah makanan mencapai 38,4 juta ton per tahun. Selain karena jumlah penduduk yang banyak, hal ini juga karena masyarakat Indonesia masih menganut sistem ekonomi linear, dimana masyarakat beli barang atau makanan baru dan kalau sisa akan dibuang.
Dampak food waste

Food waste berdampak buruk terhadap lingkungan. Bahan makanan yang dibuang ke alam pada dasarnya memang akan terurai oleh mikroorganisme, tapi tentunya mikroorganisme ini juga membutuhkan waktu untuk mengurai limbah makanan tersebut. Apalagi jika limbah tersebut dibungkus dengan bahan-bahan plastik atau styrofoam yang susah diurai. Akibatnya, limbah makanan jadi menumpuk dan menimbulkan bau tidak sedap dan penyakit ke lingkungan sekitar.
Tapi, tidak hanya itu saja, masalah limbah makanan ini juga berdampak buruk terhadap perekonomian sebuah negara. Hal ini karena:
1. Ada pendapatan rumah tangga yang tidak dimanfaatkan secara maksimal
Menurut beberapa studi yang dirangkum dalam Laporan Food Waste Index Report 2024, rumah tangga Indonesia membuang limbah makanan sebanyak 20-69 kilogram per rumah tangga per tahun. Anggap saja semua bahan makanan yang terbuang tersebut adalah beras biasa dengan harga Rp13.500 per kg, maka setiap rumah tangga di Indonesia membuang beras senilai Rp270.000 (setara dengan 20 kilogram beras) hingga Rp931.500 (setara dengan 69 kilogram beras). Ini artinya, hampir Rp1.000.000 terbuang sia-sia karena makanan sisa.
Nilai ini tentu akan lebih besar apabila makanan yang dibuang adalah makanan yang bernilai kecil tapi sering kamu beli (latte factor). Misalnya, kamu beli kopi Rp35.000 setiap hari tapi setidaknya kamu terbiasanya menyisakan ⅕ dari kopi tersebut. Ini artinya kamu membuang setidaknya Rp2.555.000 setahun dari ⅕ sisa kopi yang kamu buang harian tersebut.
2. Ada biaya produksi yang terbuang sia-sia
Untuk memproduksi bahan makanan tertentu, tentu ada sumber daya modal, bahan baku dan tenaga kerja yang harus dikeluarkan. Ini artinya, jika kamu membuang makanan, secara tidak langsung kamu juga menyia-nyiakan biaya produksi yang dikeluarkan untuk memproduksi makanan tersebut.
Misalnya, kamu memesan 100 potong kue untuk hajatan di rumah senilai Rp1.000.000 atau Rp10.000 per potong kue. Ternyata ada 10 potong kue sisa. Apabila 10 potong kue ini kamu buang begitu saja, tentu ada Rp100.000 yang terbuang sia-sia, termasuk diantaranya adalah nilai bahan baku dan usaha yang sudah dikeluarkan oleh pembuat kue tersebut.
3. Adanya biaya untuk pengelolaan limbah
Limbah, apapun bentuknya, perlu dikelola dengan baik supaya tidak menimbulkan dampak buruk ke lingkungan maupun sosial. Nah, untuk mengelola limbah ini tentunya juga perlu biaya, mulai dari biaya tukang pungut sampah, mesin untuk memecah sampah menjadi kecil-kecil sampai biaya untuk perluasan lahan jika semakin banyak sampah yang dikumpulkan. Maka dari itu, semakin banyak limbah yang dibuang, semakin besar pula kerugian ekonomi yang harus ditanggung pemerintah.
Cara Mengurangi Food Waste
Ada banyak cara yang bisa kamu lakukan untuk mengurangi limbah makanan dari level individu. Berikut ini beberapa diantaranya:
- Mengembangkan mindset responsible consumption. Jangan lupa untuk mengingat bahwa makanan yang ada di piring kamu saat ini adalah hasil kerja keras para petani, pedagang dan orang-orang lainnya.
- Mengembangkan sistem ekonomi sirkular. Misalnya, sisa nasi yang tidak termakan bisa diberikan kepada ayam-ayam milik sendiri atau tetangga, kubis yang tidak termakan bisa difermentasi ulang menjadi kimchi dan lain sebagainya.
- Masak dan belanja secara terencana. Masak dan berbelanja secara terencana adalah cara penting untuk berhemat dan mengurangi limbah rumah tangga. Setidaknya, dengan cara ini, kamu bisa mengetahui bahan makanan apa yang akan kamu gunakan dalam satu minggu atau satu bulan ke depan dan meminimalisir bahan makanan yang terbuang.
Kalau nggak sempat masak, kamu bisa makan di KFC memakai kartu kredit Honest dengan menggunakan promo HONESTKFC. Tapi ingat, pas selesai makan, jangan lupa pisahkan tulang dan sisa makanan lainnya dari kardus atau plastik supaya limbah makanan tersebut bisa dikelola untuk menjadi hal lain yang lebih bermanfaat.
- Makan dengan piring kecil. Hal yang tak kalah penting adalah makan makanan secukupnya saja.
Manusia, sebagai makhluk yang berakal di bumi, dituntut untuk tidak hanya bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri saja, tetapi juga bertanggung jawab atas lingkungan alam dan sosial di sekitarnya. Kembangkan strategi mengurangi limbah makanan versi diri kamu sendiri dengan belanja dan makan secara bertanggung jawab menggunakan kartu kredit Honest dan Honest App. Karena dengan Honest App, kendali keuangan ada di telapak tangan.
Frequently Asked Questions (FAQ):
1. Bagaimana cara berbelanja bahan makanan yang tepat untuk mengurangi pemborosan dan food waste?
Kalau kamu rajin memasak sendiri, buatlah rencana menu makan untuk seminggu, sehingga akan lebih mudah untuk membuat daftar bahan makanan yang perlu dibeli. Ini juga membantu mengurangi food waste dan pemborosan karena bahan makanan yang dibeli hanya pas untuk seminggu.
2. Apa maksudnya istilah FIFO dalam konteks menyimpan makanan demi menghemat uang?
FIFO atau kepanjangan dari First In, First Out (pertama masuk, pertama keluar). Artinya bahan makanan yang lebih dulu dibeli atau masuk kulkas harus dimasak terlebih dahulu demi menghindari food waste.
3. Apakah membeli makanan instan dan frozen food bisa menghemat uang?
Ya, asalkan jangan lupa mengecek tanggal kadaluarsanya. Membeli makanan instan dan frozen food membantu kamu menghemat pengeluaran karena dua jenis makanan tersebut memiliki jangka waktu simpan cukup lama.
4. Bagaimana food waste bisa memboroskan anggaran belanja bulanan kita?
Ketika kita melakukan food waste, bulan depan kita tetap harus mengeluarkan anggaran yang sama lagi untuk belanja. Maka supaya nggak menjadi food waste dan pemborosan, cukup berbelanja bahan makanan yang kita perlukan dan menyesuaikan ulang lagi untuk porsinya.
5. Kenapa flash sale atau diskon dadakan makanan bisa memicu food waste dan pemborosan?
Adanya flash sale atau diskon dadakan makanan bisa memicu food waste dan pemborosan karena seringkali orang-orang terlanjur panic buying dan membeli dalam jumlah banyak padahal tidak terlalu membutuhkannya.
What are you waiting for?
Get your Honest Card today







