Begini cara memblokir kartu kredit yang hilang supaya tidak disalahgunakan
Dalam beberapa waktu kebelakang ini, jagat maya Indonesia dihebohkan dengan adanya wisatawan Indonesia yang kena copet di Eropa. Nggak main-main! Satu tas penuh digondol maling semua! Padahal, tentunya tas tersebut berisi berbagai dokumen penting, termasuk kartu kredit.
Jaman sekarang, banyak kartu kredit dan debit yang dibekali dengan fitur near-field communication (NFC). Dengan fitur ini, pengguna bisa melakukan pembayaran cukup dengan menempelkan kartu tersebut ke bagian tertentu di mesin EDC dengan tanpa harus memasukkan PIN atau tanda tangan. Akibatnya, jika kedua benda ini hilang, nasabah bisa dengan mudah kehilangan uang.
Cara memblokir kartu kredit yang hilang

Lalu, bagaimana solusinya? Berikut ini cara memblokir kartu sementara waktu maupun permanen untuk kamu:
1. Segera kunci kartu
Langkah pertama yang harus dilakukan jika kartu kamu hilang, entah itu karena dicuri atau terselip adalah dengan mengunci atau menonaktifkan kartu tersebut di aplikasi. Saat ini, banyak bank yang sudah mengintegrasikan kartu kredit dan debit terbitan mereka dengan aplikasi mobile banking tertentu. Integrasi ini mempermudah nasabah yang ingin memanfaatkan fitur tertentu, termasuk untuk mengunci kartu.
Dengan menguncinya, kartu tersebut tidak akan bisa digunakan oleh oknum tak bertanggung jawab sementara waktu. Kamu bisa membuka kunci ini dengan mudah jika ternyata kartu tersebut hanya terselip atau tertinggal di rumah dan kamu sudah menemukannya.
Cara menonaktifkan kartu kredit Honest App cukup mudah. Di Honest App, kamu bisa menemukan kunci kartu ini dengan mengklik tulisan “Menu” di bagian kanan bawah, lalu geser panah di bagian kunci kartu sampai gambar panah tersebut berwarna. Setelah itu, secara otomatis kartu tidak bisa digunakan untuk transaksi lagi sementara waktu. Sebaliknya, untuk membukanya, geser kembali gambar panah tersebut ke kiri sampai tidak berwarna. Dalam beberapa menit, kartu kredit Honest kamu sudah bisa digunakan untuk transaksi lagi.
2. Blokir kartu secara permanen
Kartu kredit kamu jelas hilang dicuri orang bersama barang-barang lainnya? Segera saja blokir kartu tersebut secara permanen. Dengan demikian, ia tidak bisa digunakan selamanya dan kamu bisa mendapatkan kartu pengganti dari bank. Cara blokir kartu kredit Honest cukup mudah, yaitu:
- Hubungi call center Honest di 0800-1-101-101 (bebas pulsa) atau WhatsApp Chat 0811-1919-1101, atau +62-21-50867077 jika kartu kamu hilang di luar negeri. Ingat, jangan mudah tertipu jika ada oknum yang mengaku-aku dari Honest dan ingin membantu kamu menutup akun.
- Katakan ingin memblokir permanen kartu karena hilang kepada CS. Setelah CS memastikan data pribadi kamu sudah benar, ia akan mulai proses pemblokiran.
Lalu bagaimana jika si oknum sudah memanfaatkan uang kamu sebelum kamu sempat memblokir kartu? Tenang, sistem fraud detection di aplikasi kartu kredit Honest akan segera menolak transaksi tersebut. Jika sistem ini gagal mendeteksi transaksi mencurigakan, kamu juga bisa mengajukan sanggah dan refund ke pihak bank.
Modus penyalahgunaan kartu kredit

Kartu kredit tidak hanya bisa disalahgunakan ketika ia hilang atau dicuri. Dengan teknologi yang sudah canggih, pencuri bisa menggunakan fasilitas pembayaran tersebut hanya dengan mengetahui nomor kartu dan nomor CVV/CVC yang ada di baliknya. Berikut ini beberapa modus penyalahgunaan kartu kredit untuk kamu ketahui:
1. Man in the middle
Man in the middle adalah modus pencurian data kartu kredit yang dilakukan dengan cara menyadap transaksi keuangan antara dua pihak. Hal ini biasa terjadi ketika seseorang melakukan transaksi keuangan dengan menggunakan WiFi publik, karena biasanya jaringan ini tidak dilengkapi dengan sistem keamanan yang memadai. Oleh karena itu, untuk mencegahnya, segera alihkan jaringan gawai kamu dari Wifi publik ke paket data biasa selama kamu mengakses aplikasi kartu kredit atau aplikasi mobile banking.
2. Carding
Carding adalah metode pencurian data kartu (debit maupun kredit) dengan menggunakan scanner di balik mesin EDC di kasir maupun di mesin ATM. Data dari kartu ini kemudian digunakan oleh oknum tak bertanggung jawab untuk membeli barang-barang secara online (biasanya gift card) untuk kemudian dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi.
Untuk menanggulangi jenis fraud ini, pastikan kamu attentive terhadap mesin-mesin keuangan disekitar kamu. Hindari transaksi dengan menggunakan mesin EDC yang “tampak double” dan pastikan segera menghubungi customer service bank jika kartu ATM kamu tidak bisa dimasukkan atau macet di mesin ATM.
3. Phishing
Phishing adalah metode pencurian data pribadi yang dilakukan dengan cara mengajak korban untuk memasukkan data pribadinya ke sebuah link berbahaya. Dalam hal kartu kredit dan ATM, data yang umumnya dimasukkan adalah nomor kartu, nomor CVV/CVC, nama lengkap kamu dan ibu kandung kamu.
Dengan data-data ini, oknum pencuri tersebut bisa menggunakan kartu itu dimana saja dan kapan saja. Tidak jarang mereka juga mengaku-ngaku sebagai CS bank terkait. Tapi ingat, pihak bank tidak akan pernah menanyakan data-data di atas kecuali nama ibu kandung.
Hindari metode penipuan ini dengan cara langsung menghubungi call center bank terkait, cek URL website yang diakses dengan teliti, dan jangan lupa aktifkan notifikasi transaksi. Cek riwayat kredit dan skor kredit kamu secara berkala untuk memastikan tidak ada transaksi asing terlewat.
Membayar menggunakan kartu kredit memang praktis dan mudah. Namun, sebagaimana teknologi modern lainnya, gunakan fasilitas pembayaran perbankan ini dengan hati-hati supaya tidak disalahgunakan oleh oknum tak bertanggung jawab.
Frequently Asked Questions (FAQ):
1. Bagaimana kalau ada transaksi ilegal sebelum saya memblokir kartu kredit?
Kalau kamu merasa ada transaksi ilegal sebelum memblokir kartu kredit, segera lakukan sanggahan (dispute) ke bank agar segera dilakukan investigasi oleh pihak bank.
2. Apakah kalau saya memblokir kartu kredit, tagihan otomatis (autodebet) tetap berjalan?
Setelah kartu kreditmu diblokir, secara otomatis tagihan rutin seperti listrik, tagihan hiburan (Netflix, YouTube, Spotify, dll) tidak akan didebit. Oleh karena itu, kamu perlu memperbarui dan menerbitkan kartu kredit baru terlebih dahulu.
3. Apakah ada biaya penggantian untuk kartu kredit yang diblokir?
Pada umumnya, bank akan membebankan biaya penggantian kartu kredit baru untuk kartu kredit yang diblokir. Biasanya biayanya berkisar Rp50.000 hingga Rp100.000 tergantung kebijakan masing-masing bank.
4. Setelah ganti kartu kredit baru, apakah limit saya akan berubah?
Tidak. Secara otomatis setelah penggantian kartu kredit baru, limit dan reward points kamu akan dialihkan ke kartu kredit yang baru.
5. Apakah tagihan atau cicilan saya akan hangus ketika kartu kredit saya diblokir?
Tidak. Cicilan yang kamu ambil dan sedang berjalan, tidak akan hangus meskipun kartu kredit kamu diblokir. Sehingga, kamu tetap harus melunasinya karena hal ini tentu tetap berpengaruh terhadap skor kredit di SLIK OJK.
Tunggu apa lagi?
Dapatkan Honest Card kamu sekarang







