Kenali risiko fitur "auto-fill" data kartu kredit di website dan aplikasi serta tips agar transaksimu tetap aman
Pernahkah kamu lupa password atau PIN saat akan masuk ke aplikasi tertentu? Tenang, tidak perlu khawatir! Saat ini Google telah menyediakan fitur autofill, dimana dengan fitur ini browser secara otomatis akan memasukkan data-data seperti username dan password saat kamu akan log in ke aplikasi atau website tertentu. Jadi, kamu nggak perlu menghafal password lagi.
Eh, tapi sebenarnya fitur ini tuh aman nggak sih? Yuk ketahui selengkapnya berikut ini!
Apa itu fitur auto-fill dalam transaksi digital?
Fitur autofill adalah fitur yang memungkinkan browser untuk memasukkan data credentials kamu secara otomatis ketika kamu masuk ke aplikasi atau akan melakukan transaksi tertentu. Data-data credentials ini termasuk informasi kartu kredit ketika kamu akan melakukan pembayaran.
Kelebihan utama dari fitur ini adalah praktis, karena kamu nggak perlu menghafal password atau memasukkan data-data kartu secara manual berulang kali. Tentu hal ini menguntungkan untuk kamu yang mudah lupa kata sandi atau ingin membeli keperluan mendesak atau barang-barang unlimited yang cepat laku.
Google selaku pihak yang menyediakan fitur ini juga mengklaim bahwa fitur ini terbilang aman karena sebelum melakukan pembelian, pengguna diminta untuk memasukkan data biometrik untuk verifikasi (2 factor authentication). Namun sebenarnya, menggunakan fitur ini juga memiliki risiko tersendiri. Berikut ini pembahasannya.
Risiko auto-fill data kartu kredit di website dan aplikasi

1. Risiko pencurian data pribadi
Penipu atau pencuri dapat dengan mudah menggunakan autofill password dan kartu kredit ketika handphone kamu diretas, dicuri atau tidak dihancurkan secara sempurna ketika sudah tidak digunakan lagi. Sistem 2 factor authentication bisa jadi tidak terlalu berguna disini karena kode OTP akan dikirimkan ke nomor di handphone tersebut, sehingga sistem akan mengira orang yang melakukan transaksi tersebut memang kamu. Jika sudah seperti ini, solusinya hanyalah dengan menghubungi pihak masing-masing aplikasi dan website untuk segera menutup akun kamu.
2. Risiko peretasan sistem
Tidak hanya bisa dicuri ketika handphone kamu diretas, autofill password juga bisa dicuri ketika sistem browser , aplikasi atau wifi publik yang kamu gunakan diretas. Risiko peretasan ini akan semakin parah apabila kamu tidak mengaktifkan 2 factor authentication untuk secara otomatis memberitahukan adanya transaksi mencurigakan.
3. Risiko shoulder surfing
Shoulder surfing adalah tindakan pencurian data pribadi yang dilakukan dengan cara mengintip dari bahu ketika seseorang sedang menggunakan data pribadinya. Risiko tindak kejahatan ini semakin besar jika kamu menggunakan laptop atau handphone kantor untuk melakukan transaksi bisnis maupun pribadi karena staf lain yang tidak bertanggung jawab bisa mengakses data rahasia kamu maupun perusahaan.
4. Risiko impulsive buying
Bahaya fitur autofill password dan kartu kredit tidak hanya karena masalah keamanan, tetapi juga membuat kamu lebih rentan untuk berbelanja online secara impulsif. Sederhananya, karena bisa berbelanja dengan lebih cepat dan praktis, kamu tidak berpikir ulang sebelum membeli barang atau jasa yang sebenarnya tidak begitu diperlukan.
Dalam konteks kartu kredit, perilaku belanja impulsif seperti ini cukup berbahaya karena bisa saja kamu dikenakan denda karena overlimit, telat bayar angsuran, atau harus membayar bunga cicilan yang semakin besar.
Tips agar transaksi kartu kredit tetap aman

1. Kosongkan kolom CVV dan CVC
Salah satu cara untuk melindungi transaksi kartu kredit agar tetap aman adalah dengan mengosongkan kolom CVV/CVC saat kamu ingin menyimpan data kartu ini di browser. Dengan cara ini, setidaknya pencuri tidak bisa menggunakan kartu tersebut karena ada informasi penting kartu yang hilang.
3. Menggunakan aplikasi pihak ketiga
Saat ini juga sudah ada aplikasi pihak ketiga yang bisa digunakan untuk menyimpan password dari berbagai aplikasi secara online. Jadi, kamu nggak perlu menghafal password dari berbagai aplikasi sekaligus.
Adapun untuk memudahkan transaksi kartu kredit, kamu bisa menggunakan Honest App. Aplikasi kartu kredit ini memungkinkan penggunanya untuk memasukkan data-data kartu kredit dengan cara disalin dan ditempel (copy paste), sehingga data-data kartu tersebut tidak perlu disimpan di browser.
4. Mengaktifkan fitur autentikasi 2 faktor
Baik menggunakan aplikasi penyimpan password, Honest App, atau Google Wallet dan semacamnya, kamu wajib mengaktifkan fitur 2 factor authentication, khususnya dengan data biometrik. Tujuannya adalah supaya data pribadi kamu lebih sulit diretas dan disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tak bertanggung jawab.
5. Menghindari wifi publik saat transaksi keuangan
Minimalkan risiko handphone kamu kena retas dengan tidak menggunakan wifi publik saat melakukan transaksi keuangan. Selain itu, pastikan tidak ada orang yang mengintip disekitar kamu untuk mencegah adanya shoulder surfing.
Lebih lanjut lagi, hindari juga membuka tautan yang berbahaya entah itu dari email, website, maupun aplikasi media sosial untuk menghindari phishing.
6. Ganti dan hafalkan password
Tips terakhir untuk mengamankan transaksi kartu kredit adalah dengan secara rutin mengganti dan menghafalkan password atau PIN. Supaya tidak lupa, kamu bisa mencatat password dan PIN ini ke aplikasi pihak ketiga di atas atau kertas catatan khusus. Gunakan juuga bahasa gaul atau mnemonik untuk mempermudah hafalan.
Memasukkan password dan PIN secara manual memang merepotkan, tapi kadang langkah ini dibutuhkan sebagai langkah keamanan tambahan dan sebagai cara supaya tidak belanja terlalu banyak. Unduh aplikasi Honest App dan follow sosial media kartu kredit Honest untuk tau tips dan trik menarik lainnya!
Frequently Asked Questions (FAQ):
1. Bagaimana cara mengaktifkan autofill kartu kredit di browser?
Masuk ke menu Pengaturan/Settings browser, pilih bagian Autofill atau Payment Methods, lalu aktifkan opsi simpan dan isi otomatis informasi pembayaran.
2. Apakah data autofill akan hilang jika saya menghapus riwayat (cache/cookies) browser?
Tergantung. Jika kamu mencentang "Hapus Form Data" atau "Hapus Auto-fill Data", maka data kartu akan terhapus, kecuali data tersebut tersinkron ke akun cloud.
3. Amankah melakukan auto-fill data kartu kredit untuk transaksi digital menggunakan wi-fi umum?
Kurang disarankan, kecuali situs web yang diakses menggunakan koneksi terenkripsi (HTTPS) atau menggunakan layanan VPN yang benar-benar bisa dipercaya.
4. Bagaimana jika akun cloud yang menyimpan data autofill dibobol?
Jika ada yang meretas dan menguasai akunmu, pelaku kejahatan dapat mengakses seluruh data kartu tersimpan. Maka dari itu, segera ganti kata sandi akun dan blokir kartu kredit kamu.
5. Mengapa alamat tagihan (billing address) ikut terisi saat menggunakan autofill?
Karena sebagian besar sistem autofill mengaitkan data kartu kredit dengan profil alamat yang tersimpan untuk mempercepat proses checkout.
Tunggu apa lagi?
Dapatkan Honest Card kamu sekarang







