Honest Bank Whatsapp
Bayar QRIS kena biaya berapa? Ini yang pedagang dan pembeli wajib tahuBayar QRIS kena biaya berapa? Ini yang pedagang dan pembeli wajib tahu

Bayar QRIS kena biaya berapa? Ini yang pedagang dan pembeli wajib tahu

Anest @ Honest
Apr 1, 2026
Lompat ke:

Bayar QRIS Kena Biaya Berapa?

Pertanyaan "bayar QRIS kena biaya berapa?" sering muncul di benak banyak orang, baik pembeli maupun pemilik usaha. Jawabannya perlu sedikit penjelasan, karena biaya QRIS sebenarnya tidak ditanggung oleh pembeli, melainkan oleh merchant (penjual).

Biaya yang dimaksud dalam sistem QRIS disebut MDR (Merchant Discount Rate), yaitu biaya yang dikenakan kepada merchant atas setiap transaksi yang masuk melalui QRIS. Jadi, jika kamu sebagai konsumen membayar Rp100.000 via QRIS, kamu tetap membayar Rp100.000. Tidak ada potongan atau biaya tambahan dari sisi pembeli.

Apa Itu MDR QRIS?

MDR (Merchant Discount Rate) adalah persentase biaya layanan yang dipotong dari setiap transaksi QRIS yang diterima merchant. Biaya ini dibayarkan merchant kepada Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) seperti GoPay, OVO, Dana, ShopeePay, dan lain-lain sebagai kompensasi atas layanan infrastruktur pembayaran digital yang disediakan.

MDR QRIS diatur secara resmi oleh Bank Indonesia (BI), sehingga tarifnya seragam di seluruh platform pembayaran. Tidak ada satu aplikasi yang bisa membebankan MDR lebih tinggi dari ketentuan BI.

Tarif MDR QRIS Per Kategori Merchant

Berikut adalah tabel tarif MDR QRIS resmi yang ditetapkan oleh Bank Indonesia:

Contoh Perhitungan MDR

Bayangkan kamu makan di warung makan (kategori Usaha Mikro) dan bayar QRIS Rp150.000:

  1. Kamu membayar: Rp150.000
  2. MDR yang dipotong dari merchant: Rp150.000 x 0,3% = Rp450
  3. Yang masuk ke rekening merchant: Rp149.550

Jadi, pembeli tidak rugi sama sekali. Yang menanggung biaya adalah pemilik warung.

Apakah Konsumen Dikenakan Biaya Saat Bayar QRIS?

Secara resmi: tidak. Berdasarkan ketentuan Bank Indonesia, biaya MDR QRIS tidak boleh dibebankan kepada konsumen. Merchant dilarang meminta biaya tambahan kepada pembeli atas alasan pembayaran via QRIS.

Namun dalam praktiknya, ada beberapa merchant yang menambahkan biaya atau meminta pembulatan dengan alasan "biaya QRIS". Hal ini tidak sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia dan kamu berhak menolaknya atau melaporkannya.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Merchant Membebankan Biaya QRIS ke Pembeli?

Jika ada merchant yang meminta biaya tambahan karena pembayaran QRIS, kamu bisa:

  1. Mengingatkan merchant bahwa hal tersebut tidak sesuai ketentuan BI
  2. Melaporkan ke Bank Indonesia melalui Contact Center BI di nomor 131
  3. Melaporkan melalui website resmi bi.go.id

QRIS Statis vs QRIS Dinamis

Ada dua jenis QRIS yang perlu kamu ketahui:

QRIS Statis

  • Kode QR tidak berubah dan bisa dipakai berulang kali
  • Pembeli memasukkan nominal transaksi sendiri
  • Umumnya digunakan oleh UMKM dan pedagang kecil
  • Lebih sederhana dan mudah dicetak

QRIS Dinamis

  • Kode QR berbeda untuk setiap transaksi dan berisi nominal yang sudah ditentukan
  • Pembeli hanya perlu scan dan konfirmasi karena nominal sudah terisi otomatis
  • Umumnya digunakan di restoran, minimarket, dan merchant yang lebih besar
  • Lebih aman karena setiap QR hanya bisa digunakan sekali

Dari sisi biaya MDR, keduanya dikenakan tarif yang sama sesuai kategori merchant.

{{alert-cta}}

Manfaat QRIS untuk Konsumen dan Merchant

Untuk Konsumen (Pembeli):

  • Tidak ada biaya tambahan saat transaksi
  • Praktis karena satu QR code bisa dibayar dari aplikasi apa pun (GoPay, OVO, Dana, ShopeePay, dll.)
  • Aman karena transaksi tercatat digital dan minim resiko uang palsu
  • Bukti transaksi otomatis langsung muncul di aplikasi

Untuk Merchant (Penjual):

  • Tidak perlu banyak mesin EDC karena satu QR untuk semua platform
  • Dana masuk lebih cepat ke rekening
  • Catatan transaksi digital memudahkan pembukuan
  • MDR terjangkau, terutama untuk usaha mikro hanya 0,3%
  • Meningkatkan kepercayaan pembeli karena pembayaran lebih profesional

Jadi, jawaban dari pertanyaan "bayar QRIS kena biaya berapa?" adalah: gratis untuk pembeli, berbayar untuk merchant dalam bentuk MDR yang besarannya diatur oleh Bank Indonesia, mulai dari 0% untuk lembaga sosial dan pemerintah hingga 0,7% untuk usaha besar.

Sebagai konsumen, kamu tidak perlu khawatir soal biaya saat membayar QRIS. Dan jika ada merchant yang membebankan biaya QRIS kepada kamu, hal tersebut tidak sesuai aturan dan bisa dilaporkan ke Bank Indonesia.

QRIS adalah sistem pembayaran digital yang aman, praktis, dan sudah menjadi bagian penting dari ekosistem keuangan Indonesia. Gunakanlah dengan bijak!

Frequently Asked Questions (FAQ) seputar Biaya QRIS:

1. Bayar QRIS kena biaya berapa untuk pembeli?

Nol rupiah. Pembeli tidak dikenakan biaya apapun saat membayar via QRIS. Biaya MDR sepenuhnya ditanggung oleh merchant/penjual sesuai ketentuan Bank Indonesia.

2. Berapa MDR QRIS untuk usaha kecil?

Usaha kecil dikenakan MDR sebesar 0,6% per transaksi. Sedangkan usaha mikro lebih rendah, yaitu 0,3% per transaksi.

3. Apakah MDR QRIS sama di semua aplikasi?

Ya. MDR QRIS ditetapkan oleh Bank Indonesia dan berlaku seragam di semua platform pembayaran (GoPay, OVO, Dana, ShopeePay, LinkAja, dll.). Tidak ada platform yang boleh mengenakan MDR lebih tinggi dari ketentuan BI.

4. Apakah ada biaya pendaftaran QRIS untuk merchant?

Biaya pendaftaran bervariasi tergantung pada PJSP (penyelenggara) yang dipilih. Banyak platform yang menawarkan pendaftaran QRIS gratis untuk merchant, namun ada juga yang mengenakan biaya administrasi tertentu. Cek langsung ke platform yang kamu pilih.

5. Kapan MDR QRIS dipotong?

MDR dipotong secara otomatis saat transaksi terjadi. Dana yang masuk ke rekening merchant sudah bersih setelah dikurangi MDR.

6. Apakah lembaga sosial dan masjid kena biaya QRIS?

Tidak. Lembaga sosial, donasi, rumah ibadah, dan kegiatan keagamaan dikenakan MDR 0% alias gratis. Ini merupakan kebijakan Bank Indonesia untuk mendukung kegiatan sosial dan keagamaan.

7. Apakah QRIS aman digunakan?

Ya. QRIS diatur dan diawasi langsung oleh Bank Indonesia, menggunakan standar keamanan yang ketat. Selalu pastikan kamu scan QR dari sumber yang terpercaya dan nominal transaksi sudah sesuai sebelum konfirmasi pembayaran.

8. Bagaimana jika saldo tidak cukup tapi sudah scan QRIS?

Transaksi akan gagal otomatis jika saldo tidak mencukupi. Tidak ada dana yang terpotong. Kamu bisa top up saldo terlebih dahulu lalu ulangi transaksi.

9. Apakah merchant wajib menyediakan QRIS?

Tidak diwajibkan, namun Bank Indonesia dan pemerintah sangat mendorong merchant untuk menggunakan QRIS sebagai bagian dari program digitalisasi ekonomi Indonesia.

10. Berbeda bank tapi bisa bayar QRIS?

Ya. Inilah keunggulan QRIS yaitu interoperabilitas. Kamu bisa membayar ke merchant mana pun menggunakan aplikasi apa pun yang mendukung QRIS, tanpa perlu khawatir soal perbedaan bank atau platform.

Artikel ini ditulis untuk tujuan edukasi dan informasi. Tarif MDR dan kebijakan QRIS dapat berubah sewaktu-waktu. Selalu cek informasi terbaru di website resmi Bank Indonesia: bi.go.id.

No items found.
No items found.

Bayar QRIS dari aplikasi Honest

Pakai limit kreditmu, bayar di jutaan merchant QRIS di Indonesia

Coba sekarang!

Bayar QRIS dari aplikasi Honest

Pakai limit kreditmu, bayar di jutaan merchant QRIS di Indonesia

Coba sekarang!

Tunggu apa lagi?

Dapatkan Honest Card kamu sekarang

Ajukan