Honest Bank Whatsapp
Kenapa ada transaksi online yang tidak minta OTP?Kenapa ada transaksi online yang tidak minta OTP?

Kenapa ada transaksi online yang tidak minta OTP?

Farichatul Chusna
Oct 6, 2026
Jump to:

Kode OTP atau One Time Password memang merupakan komponen penting untuk memastikan keamanan transaksi keuangan. Kode ini berfungsi sebagai alat autentikasi bahwasanya pihak yang melakukan transaksi memang merupakan pihak yang sah, seperti pemilik akun maupun pemilik kartu yang asli. 

Namun, tidak dapat dipungkiri bahwasanya tidak semua jenis transaksi dilengkapi dengan sistem keamanan ini. Ada kalanya, nasabah atau pengguna kartu kredit hanya diminta untuk memasukkan password aplikasi dan nomor PIN saja. Mengapa demikian? Ketahui selengkapnya berikut ini:

Alasan transaksi online tidak minta kode OTP

1. Jenis transaksi

Ada kalanya sebuah transaksi online tidak membutuhkan kode OTP. Contohnya adalah transaksi pembelian barang secara online di toko langganan, transaksi bayar tagihan dengan kartu kredit yang rutin dilakukan setiap bulan, atau transaksi transfer ke rekening kamu sendiri tapi di bank yang berbeda. 

Besar kecilnya nilai transaksi seringkali juga berpengaruh terhadap penggunaan kode OTP yang mana transfer uang dalam jumlah kecil seringkali tidak membutuhkan OTP. Keputusan apakah sebuah merchant memutuskan untuk menggunakan 2-factor authentication seperti kode OTP ini seringkali juga tergantung dengan pengalaman merchant tersebut dalam menghadapi fraud. 

2. Kebijakan bank

Pada konteks kartu kredit, transaksi tanpa kode otp juga bisa disebabkan karena kebijakan bank dalam mengidentifikasi apakah sebuah transaksi memiliki potensi fraud atau tidak (fraud detection system). Misalnya, satu bank memberlakukan kode OTP dalam setiap jenis transaksi online maupun offline, sementara bank lain tidak. 

3. Transaksi internasional

Transaksi internasional melibatkan dua pihak atau lebih yang berada dalam naungan regulasi yang berbeda. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika jenis transaksi internasional tertentu tidak menggunakan kode OTP sebagai pengaman. Hal ini karena bisa jadi pemerintah tempat merchant tersebut atau tempat payment gateway yang mereka gunakan memang belum mewajibkan penggunaan kode OTP sebagai pengamanan tambahan. 

Strategi mengamankan data kartu kredit untuk transaksi online

Ketiadaan kode OTP tentunya akan mengurangi tingkat keamanan sebuah transaksi. Apalagi jika kamu melakukan transaksi online dalam jumlah besar ke merchant internasional. Akan tetapi, pada dasarnya kode OTP hanyalah salah satu cara untuk mengamankan kartu kredit dari risiko penyalahgunaan. Kecerdasan dan keawasan pengguna tetap dibutuhkan untuk meminimalisir risiko penipuan dan pencurian data kartu kredit dalam bentuk apapun. 

Berikut ini beberapa strategi mengamankan informasi kartu kredit untuk transaksi online dan offline:

Pencurian data online:

  1. Jangan berikan kode OTP kepada siapapun, termasuk kepada pihak yang mengaku berasal dari bank, karena pihak bank tidak akan pernah meminta informasi kode OTP dan nomor CVV/CVC; 
  2. Jangan klik link apapun di SMS, WhatsApp, maupun email yang sekiranya mencurigakan. Hal ini untuk meminimalisir risiko pencurian data kartu kredit bermodus phishing;
  3. Hindari menggunakan wifi umum untuk setiap transaksi keuangan. Termasuk diantaranya adalah jaringan wifi umum yang sering kamu gunakan, misalnya di pesawat, hotel maupun bandara. Jangan lupa klik “forget this network” setelah menggunakan wifi tersebut untuk meminimalisir risiko pencurian data dengan modus jaringan wifi palsu;
  4. Hindari menggunakan fitur auto-fill password  atau PIN. Hal ini untuk berjaga-jaga supaya data kartu kredit yang sebelumnya sudah kamu gunakan untuk belanja online tidak disalahgunakan ketika handphone kamu hilang. 
  5. Aktifkan multi-factor authentication. Meskipun pihak bank tidak mengaktifkan kode OTP untuk transaksi tertentu, kamu bisa lebih berhati-hati dengan cara mengaktifkan multi-factor authentication di HP kamu secara mandiri. Misalnya, dengan menyalakan notifikasi setiap ada transaksi dan memastikan aplikasi keuangan apapun dijaga dengan kode PIN atau data biometrik. Jadi, aplikasi tersebut tidak bisa diakses oleh sembarang orang. 
  6. Jangan lupa untuk awas dan teliti dalam setiap melakukan transaksi keuangan secara online. 

Pencurian data offline:

Pencurian data kartu kredit tidak hanya bisa dilakukan secara online, tapi juga secara offline. Berikut ini beberapa strategi untuk meminimalisir risiko pencurian data keuangan penting ini;

  1. Gunakan kartu kredit tanpa nomor (numberless credit card), seperti kartu kredit Honest. Dengan kartu kredit jenis ini, penemu atau pencuri kartu tersebut tidak akan bisa menggunakan kartumu untuk transaksi online dan offline apapun (jika kartu sudah diblokir lewat Honest App). 
  2. Gunting atau bakar bukti fisik kartu kredit yang sudah tidak digunakan dan bukti tagihannya. Sebab, pencuri tidak akan segan untuk mengais sampah rumah kamu demi mendapatkan data-data keuangan ini. Amankan data kartu kredit kamu dengan menghancurkan seluruh bukti transaksi. 
  3. Minimalisir risiko shoulder surfing dengan cara memastikan tidak ada orang yang mengintip saat kamu membeli barang secara online. 

Seiring dengan perkembangan teknologi keuangan, berkembang pula cara pencuri untuk mendapatkan data-data keuangan kita. Hal ini menuntut bank dan lembaga keuangan lainnya serta pengguna kartu kredit secara umum untuk lebih awas dan hati-hati dalam setiap transaksi. 

Kartu kredit Honest mendukung transaksi keuangan yang aman dan nyaman. Segera hubungi nomor  WhatsApp chat +6281119191101  saat kamu mendapati adanya transaksi mencurigakan menggunakan kartu ini. 

Frequently Asked Questions (FAQ):

1. Transaksi online tanpa kode OTP apakah tidak aman?

Tidak selalu. Transaksi tanpa input kode OTP akan tetap aman asalkan jaringan transaksinya dilindungi jaringan keamanan global seperti pada Visa dan Mastercard serta menggunakan sistem analisis risiko otomatis.

2. Kenapa saat berlangganan layanan streaming tidak dimintai kode OTP?

Umumnya, kode OTP hanya diminta ketika kamu pertama kali berlangganan aplikasi streaming. Bulan berikutnya, tagihan langsung dipotong melalui limit kartu kredit secara otomatis.

3. Kenapa transaksi nominal kecil tidak dimintai OTP?

Transaksi nominal kecil biasanya nggak dimintai kode OTP karena tujuannya untuk mempermudah pengguna. Tetapi ketika kamu transaksi dengan nominal besar, seringkali dimintai kode OTP ataupun verifikasi lainnya demi keamanan penggunaan kartu kredit.

4. Siapa yang bertanggungjawab ketika ada penipuan transaksi tanpa kode OTP?

Kalau kamu tanpa sengaja melakukan transaksi tanpa kode OTP dan mengarah pada penipuan, segera ajukan laporan ke bank untuk diselidiki dan ajukan chargeback.

5. Transaksi online pakai kartu kredit di e-commerce apakah butuh kode OTP?

Nggak selalu. Guna mempermudah pengguna, beberapa aplikasi e-commerce hanya meminta verifikasi PIN, biometrik, atau face ID.

No items found.
No items found.

What are you waiting for?

Get your Honest Card today

Apply now