Fenomena phantom spending dan cara melacak pengeluaran kecil yang membengkak
Sering kaget melihat gaji bulanan sudah menipis di akhir bulan? Bukan! Bukan karena kamu membeli barang yang harganya mahal! Bisa jadi hal ini karena kamu memiliki biaya-biaya tersembunyi rutin yang apabila dikumpulkan, lama kelamaan nilainya akan membesar. Biaya tersembunyi rutin seperti ini disebut dengan phantom spending.
Yuk, ketahui selengkapnya berikut ini:
Apa itu phantom spending?
Phantom spending atau yang juga disebut dengan phantom expenses adalah biaya-biaya atau pengeluaran tersembunyi yang kurang terasa manfaatnya namun rutin dikeluarkan. Fenomena phantom spending ini muncul seiring dengan adanya teknologi pembayaran otomatis, seperti autodebet dan subscription services.
Contoh paling mudah dari fenomena ini adalah langganan aplikasi berbayar, seperti Spotify atau Netflix. Biaya langganan bulanan aplikasi ini bisa jadi “hanya” sebesar Rp60.000 per aplikasi per bulan. Namun apabila dikumpulkan dalam waktu satu tahun, tentu kamu harus membayar biaya aplikasi sebesar Rp720.000 per aplikasi atau Rp1.440.000 jika kamu menggunakan keduanya sekaligus.
Kebiasaan membiarkan phantom spending tidak hanya akan membuatmu jadi lebih boros, akan tetapi juga dapat mengakibatkan skor kredit kamu memburuk. Apalagi jika kamu menggunakan kartu kredit sebagai alat pembayaran utama di rumah.
Macam-macam phantom spending yang jarang disadari

Phantom spending bisa hadir dalam berbagai bentuk, seperti:
1. Biaya admin dan biaya bulanan penting
Phantom spending jenis ini umumnya digunakan untuk membayar layanan bulanan yang memang penting, seperti:
- Biaya administrasi bank;
- Biaya transaksi perbankan, seperti BI Fast;
- Biaya premi asuransi swasta dan atau BPJS;
- Iuran tahunan kartu kredit;
- Biaya transaksi menggunakan kartu kredit dan debit;
- Biaya transportasi, termasuk biaya parkir;
Meskipun beberapa dari phantom expenses ini tidak bisa dibatalkan (iuran BPJS, misalnya). Namun, ada transaksi yang nilainya bisa diperkecil atau dihilangkan sama sekali. Misalnya, kamu bisa memilih kartu kredit tanpa iuran tahunan, seperti kartu kredit Honest, atau lebih sering membeli barang dan jasa secara langsung menggunakan uang tunai atau QRIS.
2. Pembayaran biaya langganan otomatis.
Phantom spending jenis inilah yang sebaiknya dievaluasi dan dikurangi. Khususnya apabila kamu sudah tidak menggunakan jasa dan layanan yang ditawarkan selama beberapa waktu. Contoh pengeluaran kecil dari layanan ini seperti:
- Biaya langganan produk digital, seperti Spotify, Netflix, aplikasi cloud storage, YouTube Premium, layanan aplikasi desain, seperti Canva atau Adobe, dan lain sebagainya;
- Biaya layanan keanggotaan gym, untuk kamu yang rajin berolahraga.
- Iuran keanggotaan sebuah organisasi yang sudah lama tidak kamu ikuti.
3. Biaya jajan dan promo
Selain biaya langganan aplikasi, munculnya phantom expense juga bisa karena kamu sering mengeluarkan biaya membeli makanan dengan nilai kecil tapi sering atau membeli barang dan jasa hanya karena ada promo kartu kredit. Contoh barang dan makanan yang sering masuk ke dalam kategori ini adalah kopi dan rokok. Dalam hal ini, phantom expenses yang masuk kategori ini juga sering disebut dengan latte factor
Cara mencegah phantom spending

Di zaman kemudahan pembayaran digital seperti saat ini, mencegah phantom spending memang gampang-gampang susah. Namun, bukan berarti tidak mungkin. Berikut ini beberapa cara mencegah atau mengurangi adanya kebocoran keuangan ini untuk kamu:
1. Mengembangkan mindful spending
Sebelum berlangganan suatu aplikasi, jangan lupa tanya kepada diri sendiri terlebih dahulu apakah aplikasi tersebut benar-benar dibutuhkan atau tidak. Hal ini khususnya untuk aplikasi bersifat hiburan, seperti Netflix, Spotify dan lain sebagainya. Jika aplikasi tersebut menawarkan fitur free trial, jangan lupa catat kapan masa percobaan gratis tersebut berakhir.
2. Batasi penggunaan aplikasi aktif
Salah satu strategi mengurangi phantom spending adalah dengan cara membatasi penggunaan aplikasi aktif. Misalnya, untuk aplikasi OTT cukup menggunakan Netflix atau VIU saja, sementara untuk aplikasi musik bisa menggunakan Spotify saja. Pilih aplikasi dari masing-masing kategori, mana yang kamu butuhkan.
Hal ini juga berlaku untuk makanan. Akan lebih baik lagi jika kamu memiliki batasan anggaran tertentu untuk membeli jajan, seperti kopi atau mengeksplorasi tempat-tempat baru. Mencegah phantom spending memang bukan berarti kamu harus benar-benar berhemat, tetapi lebih kepada membatasi pengeluaran kecil yang bisa jadi tidak dibutuhkan.
3. Bayar tagihan kartu kredit tepat waktu
Jika kamu membeli kebutuhan sehari-hari atau bayar tagihan dengan kartu kredit, jangan lupa untuk membayarnya tepat waktu. Pembayaran tagihan kartu kredit tepat waktu di kartu kredit Honest dapat menghilangkan biaya admin dan mencegah penggunaan kartu kredit semakin buruk. Adapun di aplikasi kartu kredit lain, pembayaran tagihan tepat waktu dapat membuat kamu bebas iuran tahunan.
4. Jangan lupa lakukan evaluasi keuangan rutin
Entah itu sebulan sekali atau seminggu sekali, jangan lupa secara rutin melakukan evaluasi keuangan. Evaluasi keuangan secara teratur dapat membantu kamu mengurangi kebocoran finansial (financial leakage). Evaluasi keuangan rutin ini sebenarnya mudah dilakukan, apalagi jika kamu memiliki aplikasi mobile banking atau aplikasi kartu kredit, seperti Honest App. Kartu kredit kamu tidak memiliki aplikasi? Maka kamu bisa mengevaluasi keuangan rutin berdasarkan daftar belanja di tagihan kartu ini.
Frequently Asked Questions (FAQ)
1. Phantom spending apakah bisa dihilangkan sepenuhnya?
Tidak bisa, tapi kamu bisa mengendalikannya. Caranya dengan mencatat seluruh pengeluaran kecil yang sering kamu abaikan. Selain itu, lakukan evaluasi pengeluaran setiap bulannya untuk mencari tahu mana yang perlu lebih dikurangi.
2. Menggunakan uang tunai apakah bisa bantu mengurangi phantom spending?
Ya, menggunakan uang tunai untuk transaksi bisa memberikan efek psikologis berupa penyesalan saat berbelanja. Ini bisa bantu kamu mengurangi phantom spending.
3. Transaksi QRIS apakah bisa bantu mengurangi phantom spending?
Belum tentu. Transaksi pakai QRIS memang nggak dikenakan biaya admin kepada pembeli, tapi kalau semakin sering kamu berbelanja pakai QRIS apalagi nominalnya kecil dan dianggap remeh, ini bisa memicu phantom spending.
4. Bagaimana dampak phantom spending untuk jangka panjang?
Pengeluaran yang kamu anggap remeh itu kalau nggak diperhatikan dan dievaluasi, bisa mengganggu keuanganmu. Padahal uang tersebut seharusnya bisa kamu alokasikan untuk dana darurat ataupun investasi.
5. Pembayaran minimum kartu kredit apakah bisa jadi phantom spending?
Bisa. Pembayaran minimum kartu kredit kedengarannya memang lebih ringan, tapi justru bunganya lebih besar bahkan berpotensi terjadi penunggakan pembayaran tagihan. Selain semakin lama waktu untuk melunasinya, bunga yang dibayarkan juga besar.
What are you waiting for?
Get your Honest Card today







