Honest Bank Whatsapp
Ini perbedaan utang dan piutang pada bisnis, pebisnis wajib paham!Ini perbedaan utang dan piutang pada bisnis, pebisnis wajib paham!

Ini perbedaan utang dan piutang pada bisnis, pebisnis wajib paham!

Clean Qurrota A’yun
Jan 9, 2025
Jump to:

Kalau ngomongin bisnis, pasti nggak jauh-jauh dari yang namanya utang dan piutang. Dua istilah ini sering banget muncul di laporan keuangan, tapi masih banyak yang suka tertukar. Padahal, paham soal ini penting banget biar bisnis kamu tetap sehat dan nggak berantakan gara-gara salah kelola keuangan.  

Singkatnya, utang itu duit yang harus kamu bayar, sementara piutang itu duit yang harus kamu terima. Tapi biar lebih jelas, yuk kita bahas lebih detail biar makin paham dan nggak salah langkah dalam ngatur keuangan bisnis!

Pengertian utang

Utang adalah uang yang harus kamu bayar ke pihak lain. Dalam bisnis, utang biasanya muncul karena kamu minjam uang atau beli barang/jasa tapi bayarnya nanti. Contoh utang misalnya kamu beli stok barang ke supplier tapi belum langsung bayar—nah, itu namanya utang dagang.

Utang sendiri bisa datang dari berbagai sumber, misalnya dari bank, investor, atau bahkan dari sesama pebisnis. Selama dikelola dengan baik, utang itu bukan sesuatu yang buruk, malah bisa bantu bisnis berkembang. Yang penting, pastikan kamu bisa bayar tepat waktu biar nggak kena masalah keuangan.

Pengertian piutang

Beda dengan utang, piutang adalah uang yang kamu terima dari orang lain. Piutang dalam bisnis sendiri biasanya muncul kalau kamu jual barang atau jasa ke pelanggan tapi bayarnya nanti. Contoh piutang misalnya ketika kamu punya toko grosir dan ada pelanggan yang ambil barang dulu terus janji bayar bulan depan—nah, itu namanya piutang.

Piutang ini bisa jadi aset buat bisnis, tapi tetap harus dikelola dengan baik. Soalnya, kalau terlalu banyak piutang yang belum dibayar, arus kas bisa terganggu. Makanya, penting buat punya sistem pencatatan yang rapi dan pastiin pelanggan bayar sesuai jatuh tempo biar bisnis tetap lancar. 

Perbedaan utang dan piutang

Setelah paham perbedaan dasar antara utang dan piutang, sekarang kita bahas lebih dalam biar makin jelas. Ini dia perbedaannya! Simak baik-baik ya, biar nggak ketuker lagi!

1. Posisi di laporan keuangan 

Perbedaan utang dan piutang yang pertama ada pada posisi di laporan keuangan. Di laporan keuangan, utang masuk ke bagian kewajiban karena itu adalah tanggungan yang harus dibayar bisnis, misalnya hutang ke supplier atau pinjaman bank. 

Sementara itu, piutang masuk ke aset karena duitnya masih dalam proses masuk ke bisnis, alias hak yang bakal diterima nanti. Contohnya, kalau kamu beli stok barang ke supplier tapi bayarnya bulan depan, itu namanya utang. Sebaliknya, kalau kamu jual produk ke pelanggan dan mereka bayarnya nyicil, duit yang belum dibayar itu masuk piutang karena nantinya bakal jadi pemasukan buat bisnis kamu.

2. Sifat keduanya 

Perbedaan utang dan piutang tidak hanya pada laporan keuangan, tapi juga terdapat pada sifat keduanya. Utang itu beban yang harus dibayar dalam jangka waktu tertentu, misalnya kalau kamu pinjam modal ke bank buat ekspansi bisnis, kamu wajib balikin uangnya sesuai tenor yang disepakati. 

Sedangkan piutang adalah potensi pemasukan yang bakal diterima di masa depan, contohnya kalau kamu pasangin WiFi ke pelanggan dengan sistem bayar cicilan, duitnya bakal masuk ke bisnis kamu secara bertahap. Jadi, utang bikin bisnis punya kewajiban bayar, sedangkan piutang bikin bisnis punya hak buat menerima pembayaran.

3. Dampak ke arus kas 

Piutang dan utang sama-sama ngaruh ke arus kas, tapi dampaknya beda. Utang bikin arus kas berkurang karena ada kewajiban bayar, misalnya kalau kamu punya utang ke bank buat modal usaha dan jatuh temponya bulan ini, otomatis uang kas bisnis bakal kepotong buat cicilan. 

Sebaliknya, piutang bisa bantu arus kas kalau pelanggan bayar tepat waktu, tapi kalau mereka telat, duit yang seharusnya masuk malah tertahan, bikin bisnis jadi seret buat nutup biaya operasional. Makanya, penting banget ngatur keduanya biar cash flow bisnis tetap sehat.

4. Jangka waktu

Terakhir, perbedaannya terletak pada jangka waktu. Utang bisa bersifat jangka pendek (kurang dari satu tahun) atau jangka panjang (lebih dari satu tahun), tergantung kesepakatan dan sumber utangnya, misalnya pinjaman bank untuk modal usaha yang harus dicicil selama lima tahun. Sementara itu, piutang biasanya jangka pendek, karena bisnis berharap pelanggan segera melunasi tagihannya, misalnya dalam 30 atau 60 hari setelah transaksi. 

Tips mengelola utang dan piutang bisnis secara efektif

Mengelola utang dan piutang itu krusial banget buat bisnis. Kalau nggak diatur dengan baik, bisa-bisa duit bisnis habis buat bayar utang, atau malah arus kas seret gara-gara pelanggan telat bayar. Biar bisnis tetap sehat dan keuangan nggak berantakan, coba terapkan tips ini!

1. Catat semua utang dan piutang biar nggak kelewat

Tips mengelola utang dan piutang biar lebih efektif tentu kamu harus mencatat secara detail dan rinci. Jangan cuma mengandalkan ingatan, deh. Selalu catat siapa yang harus dibayar, siapa yang masih utang, berapa jumlahnya, dan kapan jatuh temponya. Bisa pakai aplikasi keuangan, spreadsheet, atau catatan manual, yang penting jelas dan mudah diakses.

2. Pisahin uang pribadi dan bisnis

Tips selanjutnya saat ngelola utang dan piutang yaitu misahin keuangan bisnis dan pribadi. Sebisa mungkin jangan campur uang bisnis sama uang pribadi, nanti malah pusing sendiri! Pakai rekening terpisah biar lebih gampang nge-track pemasukan, pengeluaran, utang, dan piutang tanpa ribet.

3. Manfaatkan kartu kredit buat kelola pembayaran

Kartu kredit bisa jadi alat penolong buat kamu mengelola utang dan piutang, lho. Terutama kartu kredit Honest yang fleksibel banget. Dengan limit sampai 100 juta, kartu ini bisa bantu kamu bayar tagihan dan utang dengan kartu kredit  dulu supaya cash flow tetap jalan. 

Selain itu, kamu nggak harus pilih cicilan tetap 3, 6, atau 12 bulan—cukup tentukan sendiri berapa yang mau dibayar lewat aplikasi Honest App. Kalau bayar penuh & tepat waktu, kamu juga bisa menikmati bunga 0%! Jadi, kartu ini benar-benar ngasih keleluasaan buat atur cash flow bisnis tanpa harus terjebak dalam bunga atau biaya yang nggak perlu. 

4. Atur jangka waktu pembayaran dengan cermat

Kalau punya utang, usahain cari tenor yang sesuai sama kemampuan bayar bisnis. Kalau bisnis kamu punya piutang, jangan kasih tenggat waktu terlalu lama. Kalau pelanggan telat bayar, arus kas bisa terganggu dan operasional jadi ribet. Pokoknya selalu cermati soal waktu dan tegas karena bisnis ini ada ditanganmu.

5. Jangan malu menagih piutang

Tips kecil tapi penting dalam pengelolaan piutang, jangan pernah malu menagihnya. Kadang, pelanggan suka lupa atau sengaja telat bayar. Biar nggak kelewat, kirim reminder sebelum jatuh tempo. Bisa lewat email, WhatsApp, atau invoice otomatis. Kalau perlu, kasih insentif buat yang bayar lebih cepat atau denda buat yang telat, biar mereka lebih disiplin.

7. Cek dan evaluasi secara rutin

Terakhir, jangan cuma jalanin bisnis tanpa ngecek kondisi keuangan. Minimal sebulan sekali, cek laporan keuangan, lihat utang yang masih ada, dan pastikan piutang nggak macet. Kalau ada masalah, segera cari solusi biar nggak berlarut-larut.

No items found.
No items found.

What are you waiting for?

Get your Honest Card today

Apply now