Honest Bank Whatsapp
Benarkah pernikahan dapat mempengaruhi skor kredit? Ketahui ini sebelum menikah!Benarkah pernikahan dapat mempengaruhi skor kredit? Ketahui ini sebelum menikah!

Benarkah pernikahan dapat mempengaruhi skor kredit? Ketahui ini sebelum menikah!

Clean Qurrota A’yun
Jun 13, 2025
Jump to:

Pernikahan seringkali dibayangkan sebagai momen penuh cinta dan harapan baru. Tapi, di balik semua itu, ada satu hal penting yang sering luput dari perhatian calon pengantin yaitu urusan finansial. Urusan finansial ini termasuk skor kredit.

Banyak yang bertanya-tanya, Kalau pasangan saya punya utang, apakah bisa mempengaruhi skor kredit saya setelah menikah?” atau “Apakah nama saya akan ikut tercoreng kalau pasangan telat bayar cicilan?” Pertanyaan-pertanyaan seperti ini wajar muncul, apalagi jika kamu dan pasangan mulai merencanakan keuangan bersama.

Nah, sebelum panik atau salah paham, yuk cari tahu dulu fakta sebenarnya tentang pengaruh pernikahan terhadap skor kredit. Simak selengkapnya berikut ini!

Kenapa pernikahan dapat mempengaruhi skor kredit?

Sebenarnya, pernikahan tidak secara langsung mempengaruhi skor kredit seseorang. Ketika kamu dan pasangan menikah, skor kredit masing-masing tetap terpisah. Jadi, kamu tidak akan “mewarisi” skor kredit pasangan, baik itu bagus maupun buruk.

Namun, pengaruh pernikahan terhadap skor kredit bisa terjadi secara tidak langsung, tergantung bagaimana mengelola keuangan bersama setelah menikah. Misalnya begini, setelah menikah, kamu dan pasangan mungkin akan mulai mengajukan pinjaman bersama. Seperti KPR, kartu kredit tambahan, atau cicilan mobil. 

Nah, disinilah riwayat kredit pasangan bisa berpengaruh. Kalau kamu dan pasangan mengajukan kredit bersama, pihak bank akan menilai kredibilitas keuangan kedua belah pihak. Jika salah satu memiliki riwayat pembayaran buruk, pengajuan bisa saja ditolak atau bunga yang diberikan lebih tinggi.

Selain itu, kalau kamu menambahkan pasangan sebagai pengguna tambahan di kartu kreditmu, dan ia tidak membayar tagihan dengan baik, maka itu bisa berimbas pada skor kreditmu sendiri. Jadi, bukan karena status "menikah" itu sendiri, tapi karena keputusan keuangan bersama setelah menikah.

Bagaimana dengan skor kredit suami istri, apakah akan sama? Jawabannya tidak. Skor kredit tetap bersifat pribadi, kecuali kamu dan pasangan memang berbagi akun kredit atau pinjaman secara aktif. 

Cara agar skor kredit tetap bagus setelah menikah

Menjaga skor kredit tetap baik bukan hanya soal disiplin finansial pribadi, tapi juga soal kerja sama dan saling pengertian dengan pasanganmu. Simak cara agar skor kredit tetap bagus setelah menikah!

1. Bayar tagihan tepat waktu 

Cara pertama menjaga skor kredit tetap bagus setelah menikah, yaitu membayar tagihan tepat waktu. Kedengarannya sederhana, tapi dampaknya besar. Keterlambatan pembayaran, baik itu tagihan kartu kredit, cicilan rumah, atau pinjaman lainnya, bisa langsung tercatat dalam riwayat kredit dan menurunkan skor yang sudah kamu bangun. 

Setelah menikah, kamu mungkin akan berbagi tanggung jawab pembayaran dengan pasangan, jadi penting untuk saling mengingatkan dan membuat sistem pengingat bersama agar tidak ada tagihan yang terlewat. Pembayaran yang konsisten dan tepat waktu menunjukkan bahwa kamu bertanggung jawab secara finansial, dan itu menjadi poin penting dalam penilaian skor kredit oleh lembaga keuangan.

2. Pantau penggunaan limit kartu kredit 

Cara lain agar skor kredit tetap bagus adalah memantau penggunaan limit kredit kamu. ​​Jangan sampai kamu terus-menerus menggunakan limit mendekati batas maksimal, karena hal ini bisa memberi sinyal risiko pada lembaga keuangan. 

Idealnya, gunakan kurang dari 30% dari total limit kartu kredit yang kamu miliki. Misalnya, jika limitmu Rp10 juta, usahakan untuk tidak memakai lebih dari Rp3 juta dalam satu waktu. Pemakaian yang terlalu tinggi bisa membuat skor kreditmu menurun, meskipun kamu rutin membayar tagihan. Dengan memantau penggunaan kredit secara berkala, kamu bisa tetap menjaga reputasi kredit tetap sehat. 

3. Hindari pengajuan kredit bersama terlalu banyak 

Setelah menikah, kamu dan pasangan mungkin tergoda untuk mengajukan berbagai pinjaman atas nama berdua seperti KPR, cicilan kendaraan, atau kartu kredit tambahan. Meski sah-sah saja, terlalu sering mengajukan kredit bersama bisa menimbulkan kesan bahwa kalian bergantung pada utang, yang bisa mempengaruhi penilaian risiko oleh lembaga keuangan. 

Selain itu, jika ada kendala dalam pembayaran, reputasi kredit keduanya bisa ikut terpengaruh. Jadi, sebaiknya ajukan pinjaman bersama hanya jika memang benar-benar dibutuhkan dan sudah melalui perencanaan yang matang. Perlu diingat, menjaga skor kredit tetap baik juga berarti tahu kapan harus menahan diri.

4. Jangan gabungkan semua utang secara sembarangan 

Kalau pasangan kamu sebelumnya mudah mengajukan hutang, maka kamu harus hati-hati. Jangan gabungkan secara sembarangan. Meskipun kini sudah menjadi pasangan resmi, tanggung jawab finansial tetap harus dikelola dengan pertimbangan yang matang. Menggabungkan utang tanpa perhitungan bisa membuat kamu ikut menanggung risiko yang seharusnya tidak menjadi bebanmu sejak awal. 

Lebih baik diskusikan terlebih dahulu bagaimana strategi pelunasan, siapa yang bertanggung jawab, dan apakah utang tersebut memang perlu dilibatkan dalam perencanaan keuangan bersama. Ingat, menjaga skor kredit juga berarti menjaga batas antara tanggung jawab pribadi dan tanggung jawab bersama.

5. Cek skor kredit secara rutin 

Sebagai antisipasi, biasakan untuk cek skor kredit secara rutin. Langkah ini penting agar kamu selalu tahu kondisi keuanganmu dan bisa segera mengambil tindakan kalau ada penurunan skor atau aktivitas mencurigakan. Nah, kabar baiknya, dengan menggunakan Kartu Kredit Honest, kamu bisa langsung cek skor kredit secara gratis setelah pengajuan, tanpa biaya tambahan.

Bukan cuma itu, Honest Card juga dilengkapi berbagai fitur yang bantu kamu dan pasangan menjaga keuangan tetap sehat. Mulai dari notifikasi real-time di aplikasi kartu kredit Honest yang memudahkan kamu memantau setiap pengeluaran, limit kredit yang bisa naik otomatis jika kamu membayar tepat waktu, hingga fitur pembayaran fleksibel yang memungkinkan kamu mengatur sendiri cara melunasi tagihan. Boleh dicicil, dibayar sebagian, atau langsung lunas.

Keamanannya pun terjaga karena kartu fisik Honest tidak mencantumkan nomor, sehingga datamu lebih aman jika hilang. Plus, bebas biaya tahunan selamanya, tanpa denda keterlambatan atau biaya tersembunyi.

Keunggulan lain, Honest Card sudah berlogo Mastercard, jadi bisa digunakan untuk bayar tagihan dengan kartu kredit di dalam maupun luar negeri. Cocok buat kamu dan pasangan yang punya rencana traveling atau belanja online dari merchant internasional, semuanya tetap aman dan terkontrol lewat aplikasi.

6. Bangun komunikasi finansial secara terbuka 

Terakhir, bangun komunikasi finansial kamu dan pasangan secara terbuka. Sehebat apapun strategi keuangan yang kamu buat, semuanya bisa berantakan kalau tidak dibarengi dengan kejujuran dan saling pengertian. 

Setelah menikah, penting untuk rutin berdiskusi soal pengeluaran, rencana keuangan jangka panjang, hingga cara menghadapi utang atau kondisi darurat. Jangan ragu untuk saling terbuka soal kebiasaan finansial, termasuk jika ada masalah atau kebiasaan buruk yang masih dibawa dari masa lajang.

No items found.
No items found.

What are you waiting for?

Get your Honest Card today

Apply now