Kerja di Jakarta lebih baik naik kendaraan umum atau kendaraan pribadi? Ini pertimbangannya!
Bekerja di kota besar seperti Jakarta memang merupakan impian banyak orang. Tapi, bekerja di daerah seperti ini juga memiliki tantangan tersendiri, yaitu biaya hidup dan transportasi, khususnya jika kamu berasal atau memilih tinggal di area Jabodetabek. Berikut ini pembahasan penggunaan kendaraan umum vs kendaraan pribadi saat pergi dari tempat tinggal kamu ke kantor:
Plus-minus naik kendaraan umum di Jakarta

Pemerintah Kota Jakarta terus berinovasi dengan berusaha menghadirkan transportasi massal (mass transportation) yang saling terhubung satu sama lain dengan harga yang terjangkau. Akan tetapi, naik kendaraan umum seperti ini juga memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Diantaranya:
1. Harga terjangkau
Dibandingkan dengan naik kendaraan pribadi (dengan bensin dan solar sebagai biaya) atau naik ojek online, tarif transportasi umum seperti MRT dan KRL cenderung lebih terjangkau. Hanya dengan biaya sekitar Rp3.000 sampai Rp20.000 per perjalanan, kamu sudah bisa pergi dari Bogor sampai ke Jakarta Pusat dan Jakarta Utara. Apalagi kini pemerintah juga berusaha untuk meningkatkan keterjangkauan dan interkonektivitas antara satu moda transportasi dengan moda transportasi lainnya.
2. Terbebas dari macet dan hujan
Kelebihan lain naik transportasi umum moda kereta api dan busway adalah bebas macet dan hujan. Hal ini karena kereta api dan busway memiliki jalur tersendiri dan tentunya punya atap. Hal ini berbeda jika kamu pergi ke kantor naik motor, yang mana kamu harus melipir dulu saat hujan dan akan terkena panas terik matahari.
3. Waktu
Meskipun terbebas dari macet dan hujan, namun tidak dapat dipungkiri kalau waktu tetap menjadi masalah naik transportasi umum. Hal ini karena pertama, kamu harus pergi dari rumah ke halte terlebih dahulu entah itu dengan jalan kaki atau naik mikrotrans. Jika naik mikrotrans, maka kamu harus juga menunggu terlebih dahulu. Kedua, kecepatan transportasi umum biasanya lebih lambat dibandingkan dengan kendaraan pribadi. Oleh karena itu, jika ketepatan waktu adalah prioritas kamu dalam memilih alat transportasi, maka kamu harus melakukan uji coba terlebih dahulu mana yang lebih cepat, kendaraan pribadi atau kendaraan umum?
4. Keterjangkauan
Memang, pemerintah kini sudah berusaha untuk meningkatkan interkonektivitas antar kendaraan umum. Tapi, tidak dapat dipungkiri juga kalau daerah-daerah tertentu di Jakarta masih hanya bisa diakses menggunakan kendaraan pribadi. Jadi tidak heran, kalau banyak pekerja di Jakarta yang sehabis naik transportasi umum kemudian lanjut naik ojek atau taksi online untuk menjangkau kantor mereka. Ojek dan taksi online relatif fleksibel karena kamu bisa pesan darimana saja dan tidak perlu cari parkir. Hanya saja memang kekurangannya, harganya agak mahal.
Tapi, kamu nggak perlu pusing soal ini. Sebab, Honest App bekerja sama dengan Green SM menghadirkan promo Honest x GreenSM. Dengan membayar Green SM menggunakan kartu kredit Honest, kamu bisa mendapatkan cashback Rp75.000 untuk 3 kali naik taksi online ini.
5. Kepadatan penumpang
Tantangan lain yang harus kamu hadapi jika naik kendaraan umum adalah jumlah penumpang yang terlalu banyak saat jam-jam ramai, seperti jam berangkat dan pulang kerja. Hal ini bisa jadi membuat naik kendaraan umum menjadi kurang nyaman bagi orang yang tidak terlalu suka keramaian atau orang yang sudah capek menghadapi hiruk pikuk pekerjaan.
Plus-minus naik kendaraan pribadi di Jakarta

1. Lebih fleksibel
Enaknya naik motor atau mobil pribadi di Jakarta adalah kalau pulang kerja mau mampir kemana dulu masih bisa. Hal ini karena kamu menyetir mobil dan motor kamu sendiri, sehingga kamu bisa pergi kemanapun dan kapanpun yang kamu mau.
2. Relatif lebih cepat
Kecepatan menggunakan kendaraan pribadi saat kerja di Jakarta tergantung dengan beberapa hal. Pertama, tentunya kondisi lalu lintas di jalanan. Kedua, jenis kendaraan yang kamu gunakan. Ketiga, jarak antara tempat kos dan tempat kerja. Tapi, setidaknya dibandingkan dengan menggunakan transportasi umum, kamu tidak perlu menunggu.
3. Terjebak macet, panas dan hujan
Kekurangan utama dari pergi ke tempat kerja menggunakan kendaraan pribadi di Jakarta adalah terjebak macet, panas dan hujan. Khususnya apabila kamu menggunakan motor. Memang, kamu bisa menyiasatinya dengan melihat aplikasi ramalan cuaca sebelum berangkat, tapi aplikasi seperti ini di Indonesia juga belum tentu akurat.
4. Susah cari parkir
Kekurangan menggunakan kendaraan pribadi untuk berangkat kerja di Jakarta lainnya adalah susah mencari parkir. Kalaupun ada, kamu harus berlangganan dengan angka sewa hingga ratusan ribu rupiah per bulan yang tentunya akan menambah biaya hidup kamu. Apalagi jika kantor tempat kamu bekerja tidak menyediakan subsidi parkir atau fasilitas parkir sendiri.
5. Mahal
Selain biaya parkir, tentunya kamu juga harus membayar biaya bahan bakar jika kamu pergi kerja menggunakan kendaraan pribadi. Belum lagi untuk kamu yang berasal dari luar Jakarta dan menggunakan tol, kamu juga harus membayar tarif tol yang tentunya tidak murah setiap kali pulang dan pergi.
6. Capek
Mengendarai mobil atau motor sendiri selama 5 jam pulang pergi kantor-rumah itu melelahkan loh. Apalagi kalau kerjaan kamu numpuk atau kondisi di rumah sedang tidak kondusif. Oleh karena itu, pulang kantor menggunakan kendaraan pribadi sebenarnya tidak disarankan jika kamu sedang capek, mengantuk atau stres.
Kerja di Jakarta Mending Naik Kendaraan Umum atau Kendaraan Pribadi?
Kebutuhan menggunakan transportasi pribadi dan atau transportasi umum bisa berbeda-beda setiap orang. Salah satunya tergantung lokasi tempat tinggal orang tersebut dan jaraknya dengan fasilitas umum terdekat dan kantor. Jika tempat tinggal kamu di Tangerang, Depok, Bekasi, atau Bogor, maka KRL adalah pilihan terbaik karena terjangkau dan kamu nggak perlu capek-capek jauh nyetir sendiri.
Sebaliknya, apabila jarak antara kos kamu dengan kantor hanya 3-5 km, maka kamu bisa menggunakan motor atau mentok jika capek bisa menggunakan taksi online. Hal ini terkecuali jika kamu ingin menerapkan gaya hidup frugal, tentunya 3 kilometer jalan kaki bukan menjadi masalah.
Frequently Asked Questions
1. Apakah transportasi umum di Jakarta bagus?
Pada tahun 2021, Jakarta memperoleh Sustainable Transport Awards (STA) karena memiliki sistem transportasi umum yang terintegrasi dengan baik.
2. Kenapa banyak orang tidak mau naik transportasi umum?
Banyak orang tidak mau menggunakan transportasi umum kemungkinan karena akses lokasi transit dan tujuan yang jauh, ingin meminimalisir kedekatan dengan orang asing, atau mungkin beberapa permasalahan lainnya.
3. Apakah naik taksi di Jakarta mahal?
Tarif taksi di Jakarta harganya bisa relatif murah atau mahal, tergantung titik keberangkatan dan titik tujuan. Jika ingin opsi taksi dengan harga terjangkau, kamu bisa gunakan promo Honest x Green SM agar lebih menghemat budget.
What are you waiting for?
Get your Honest Card today








