Honest Bank Whatsapp
Musim PHK, pastikan jenis-jenis tabungan ini sudah kamu siapkan!Musim PHK, pastikan jenis-jenis tabungan ini sudah kamu siapkan!

Musim PHK, pastikan jenis-jenis tabungan ini sudah kamu siapkan!

Clean Qurrota A’yun
Jun 5, 2025
Jump to:

Belakangan ini, tren pemutusan hubungan kerja (PHK) kembali menghantui. Meski kamu merasa posisi saat ini aman-aman saja, kita semua tahu bahwa masa depan adalah hal yang tak bisa ditebak. Daripada gelisah terus-menerus, lebih baik mulai mempersiapkan diri, terutama dari sisi keuangan.

Pertanyaannya kalau hal buruk itu benar-benar terjadi, apakah kamu sudah punya tabungan masa depan yang cukup? Yuk, cari tahu jenis-jenis tabungan yang wajib kamu siapkan sebagai “jaring pengaman” saat kondisi tak terduga terjadi. Selengkapnya, simak penjelasannya berikut!

1. Tabungan likuid 

Jenis tabungan pertama yang harus kamu siapkan saat tren PHK sedang naik adalah tabungan likuid. Tabungan likuid adalah uang yang tersedia di rekening selain rekening utama dan bisa diakses kapan saja tanpa proses atau penalti. Kalau nggak mau ribet bikin bank baru, kamu bisa pakai bank digital. Yang penting bisa langsung digunakan kalau dibutuhkan. 

Uang ini akan membantu kamu kalau tiba-tiba di PHK, istilahnya uang siap siaga. Soal jumlahnya, bisa kalikan saja pengeluaran harian dengan jumlah hari yang kamu mau siapkan. Misalnya kamu butuh 2 minggu setelah di PHK, dengan pengeluaran harian 50 ribu. Maka tabungan likuid yang harus kamu punya minimal Rp700.000. Semakin besar tabungan likuid, maka semakin banyak waktu yang bisa kamu dapatkan untuk interval mendapatkan pekerjaan baru. 

2. Tabungan dana darurat 

Kalau kamu sudah punya tabungan likuid, itu artinya kamu sudah punya bekal awal yang cukup buat bertahan dalam situasi mendesak—misalnya saat tiba-tiba nggak ada pemasukan, tapi masih butuh makan, isi pulsa, atau ongkos ke sana-sini. Tapi jangan berhenti di situ saja, langkah selanjutnya yang tidak kalah penting adalah mulai menyiapkan dana darurat sebagai tabungan masa depan. Bukan karena kamu berharap hal buruk terjadi, tapi ini semacam rencana cadangan kalau-kalau situasi makin nggak terduga. Nggak ada yang tahu kan, tren PHK sekarang bisa aja menyentuh siapapun.

Berbeda dari tabungan likuid yang biasanya nominalnya kecil, dana darurat ini disiapkan buat kondisi yang lebih besar dan berat. Contohnya kalau tiba-tiba kehilangan pekerjaan, ada anggota keluarga yang sakit, atau ada pengeluaran mendadak yang nggak bisa ditunda. Idealnya, kamu simpan dana ini sebesar 3–6 bulan pengeluaran kalau masih lajang, 6–9 bulan kalau sudah menikah, dan sampai 12 bulan kalau punya anak atau tanggungan.

Dana darurat nggak harus selalu disimpan di rekening tabungan biasa, kamu juga bisa menaruhnya di instrumen investasi rendah risiko seperti reksadana pasar uang. Instrumen ini cocok karena tetap likuid, relatif aman, dan punya potensi imbal hasil yang lebih tinggi dari tabungan. Jadi sambil nunggu dana darurat itu benar-benar dibutuhkan, kamu tetap bisa dapat keuntungan kecil tanpa harus ambil risiko besar.

3. Tabungan pembayaran besar berkala

Dana darurat selesai, kamu bisa lanjut mencicil tabungan untuk pembayaran besar berkala. Dana tabungan pembayaran besar berkala, yaitu tabungan khusus buat pengeluaran yang datangnya nggak tiap bulan, tapi jumlahnya cukup besar dan wajib dibayar. 

Misalnya, kamu belum punya rumah sendiri dan masih sewa tahunan, berarti kamu harus siapkan dana sewa tahunan tersebut, atau mungkin biaya servis motor tiap 6 bulan, bayar pajak kendaraan, atau biaya masuk sekolah anak tahun depan. 

Kalau semua itu nggak disiapkan dari sekarang, bisa-bisa kamu harus mengorbankan pos keuangan lain atau bahkan ambil dari dana darurat. Nah, dengan menyisihkan sedikit demi sedikit setiap bulan, beban itu jadi jauh lebih ringan dan kamu bisa bayar semuanya tepat waktu tanpa panik. Ini cara sederhana tapi efektif buat jaga keuangan tetap sehat dan terencana di masa yang serba nggak pasti ini. 

4. Akses keuangan tambahan  

Selain menyiapkan tabungan, mempunyai akses keuangan tambahan seperti kartu kredit juga penting banget buat berjaga-jaga di tengah situasi yang serba nggak pasti. Kartu kredit bisa jadi alat bantu saat pengeluaran mendesak datang tiba-tiba, misalnya untuk kebutuhan rumah tangga, bayar langganan penting, atau menalangi belanja bulanan ketika dana tunai sedang seret. 

Yang penting, kartu kredit dipakai dengan bijak dan bukan untuk belanja impulsif. Kalau digunakan dengan strategi yang tepat, kartu kredit justru bisa bantu menjaga cash flow tetap aman tanpa harus mengganggu tabungan utama.

Nah, salah satu pilihan terbaik yang bisa kamu pertimbangkan adalah Kartu Kredit Honest. Kartu ini dirancang buat kamu yang butuh fleksibilitas lebih tanpa ribet. Mulai dari limit besar hingga Rp100 juta, proses pengajuan cepat hanya 5 menit, persetujuan bisa keluar dalam 2 jam, dan yang paling menarik, nggak ada biaya tahunan, selamanya. Bahkan, biaya yang ada bisa dikembalikan 100% kalau kamu bayar tagihan penuh sebelum jatuh tempo.

Kartu kredit Honest juga menawarkan fitur yang bikin kamu tetap tenang. Nggak ada cicilan bulanan yang kaku, kamu bisa atur sendiri mau bayar minimum, sebagian, atau lunas, langsung dari aplikasinya. Transaksi juga lebih aman karena kartu fisiknya nggak pakai nomor, jadi kalau hilang pun datamu tetap aman. Kamu bisa bayar tagihan dengan kartu kredit kapan dan dimana saja tanpa khawatir!

Kamu bisa pantau pengeluaran secara real-time di aplikasi kartu kredit Honest, cek skor kredit gratis, bahkan bayar pakai HP dengan teknologi NFC. Jadi, kalau kamu lagi nyusun strategi keuangan yang adaptif dan butuh opsi cadangan yang fleksibel, Kartu Kredit Honest bisa jadi partner keuangan yang cerdas dan praktis.

5. Tabungan skill dan karier baru 

Terakhir, jenis tabungan yang harus kamu siapkan menghadapi gelombang PHK adalah tabungan skill dan karir baru. Ini adalah dana khusus yang kamu sisihkan untuk belajar hal baru, ikut pelatihan, atau mengembangkan kemampuan yang bisa membuka peluang kerja lain, entah itu untuk pindah jalur karir, kerja freelance di luar kerjaan utama, atau memulai usaha kecil-kecilan. 

Kamu bisa mulai dari Rp100–300 ribu per bulan untuk beli buku, ikut webinar, atau daftar kursus online. Intinya, tabungan ini adalah bentuk investasi ke diri sendiri, supaya kamu tetap punya nilai jual dan siap bersaing meski situasi kerja lagi sulit. Karena di tengah perubahan, skill yang relevan bisa jadi bekal bertahan sekaligus jalan baru menuju masa depan.

Jenis-jenis tabungan di atas bukan cuma soal menyimpan uang, tapi juga cara paling masuk akal buat berjaga-jaga di tengah kondisi kerja yang makin nggak pasti. Dengan perencanaan yang tepat, kamu bisa punya ruang napas saat situasi tak terduga datang, tanpa harus panik atau terburu-buru ambil keputusan.

Nggak harus langsung besar, yang penting kamu mulai dulu. Sedikit demi sedikit, langkah ini bisa jadi penyelamat di waktu yang sulit. Jadi daripada terus khawatir, lebih baik mulai bergerak sekarang dan siapkan dirimu sebaik mungkin.

No items found.
No items found.

Approval 90%, limit hingga 100 juta

Kartu kredit Honest, bebas biaya tahunan selamanya

Apply now!

Approval 90%, limit hingga 100 juta

Kartu kredit Honest, bebas biaya tahunan selamanya

Apply now!

What are you waiting for?

Get your Honest Card today

Apply now