Honest Bank Whatsapp
Apa itu utang produktif? Ini definisi, contoh, dan bedanya dengan utang konsumtifApa itu utang produktif? Ini definisi, contoh, dan bedanya dengan utang konsumtif

Apa itu utang produktif? Ini definisi, contoh, dan bedanya dengan utang konsumtif

Farichatul Chusna
Feb 14, 2025
Lompat ke:

Salah satu miskonsepsi mengenai utang yang masih banyak beredar di Indonesia adalah bahwa semua jenis utang itu jelek. Padahal, utang hanya merupakan alat untuk mendapatkan leverage keuangan yang bisa digunakan untuk tujuan apapun, termasuk untuk tujuan produktif. 

Apa itu utang produktif?

Utang produktif adalah jenis utang yang digunakan untuk menambah kapasitas keuangan di masa depan. Misalnya, kamu menggunakan kartu kredit Honest untuk membeli laptop design demi bisa membuka bisnis freelance designer sekaligus membangun portofolio. Sebagian pendapatan dari bisnis ini kemudian bisa kamu gunakan untuk membayar cicilan kredit. 

Utang produktif itu tidak selalu dilakukan oleh pengusaha UMKM atau pebisnis lepas. Bahkan, perusahaan besar yang sudah listing di Bursa Efek Indonesia juga memiliki utang produktif. Hal ini bisa kamu lihat di laporan keuangan perusahaan tersebut bagian liabilities (kewajiban). Disitu kamu bisa menemukan current liabilities (utang jangka pendek) dan long-term liabilities (utang jangka panjang). 

Manfaat utang produktif

Mengapa pebisnis besar pun masih punya utang? Karena, utang produktif memiliki segudang manfaat, seperti:

1. Untuk operasional bisnis

Ada beberapa contoh utang produktif yang digunakan sebagai penunjang operasional bisnis. Salah satunya adalah invoice financingInvoice financing adalah metode untuk mendapatkan kredit yang dilakukan dengan cara menjadikan invoice atau nota pembayaran dari pelanggan sebagai agunan. Biasanya, jenis utang ini dimanfaatkan oleh perusahaan pemasok (supplier) yang belum mendapatkan pembayaran tunai dari pelanggannya. 

2. Untuk manajemen risiko

Utang produktif juga bisa berperan sebagai alat manajemen risiko. Misalnya, kamu ingin membeli mobil untuk jadi taksi online dengan harga sebesar Rp150.000.000, Jika menggunakan dana pribadi 100%, kamu harus mencairkan seluruh tabungan kamu dan apabila mobil tersebut rusak total entah itu karena kebakar atau kecelakaan, uang tabungan kamu akan sepenuhnya hangus. 

Lain halnya jika kamu membeli mobil tersebut dengan skema Rp75.000.000 dari tabungan dan Rp75.000.000 dari kredit bank. Jika terjadi suatu hal yang tidak diinginkan ke mobil tersebut, maka setidaknya kamu masih punya uang tabungan yang bisa digunakan untuk membayar utang bank atau bisa mengajukan restrukturisasi kredit. 

3. Bayar cicilan dari keuntungan bisnis

Manfaat utama dari pengajuan utang produktif adalah kamu bisa membayar cicilan dari keuntungan bisnis kamu dan mengubah utang kamu menjadi aset. Contoh, kamu bisa bayar cicilan laptop dari hasil jasa desain grafis, atau bayar cicilan mobil dari hasil jadi ojek online. 

4. Ekspansi bisnis lebih cepat

Umumnya, pertumbuhan bisnis akan terhambat apabila mengandalkan pendanaan dari satu atau dua investor pendiri saja karena jumlahnya terbatas. Keberadaan produk kredit usaha, seperti kartu kredit limit 100 juta Honest menjadi solusi untuk ekspansi bisnis yang lebih cepat. 

Perbedaan Utang Produktif dan Utang Konsumtif

Dalam Ilmu Ekonomi, konsumsi dapat diartikan sebagai kegiatan mengurangi nilai barang dan jasa. Contoh mudahnya adalah konsumsi makanan. Ketika kamu membeli makanan di warung, maka itu artinya kamu mengurangi nilai makanan tersebut sehingga ia tidak bisa dijual lagi dengan harga yang sama. 

Oleh karena itu, utang konsumtif dapat diartikan sebagai penggunaan utang untuk kegiatan konsumsi. Misalnya, pakai utang kartu kredit untuk membayar tagihan listrik atau menggunakan paylater untuk membeli mukenah di marketplace dan lain sebagainya. Beda dengan utang produktif, barang-barang yang dibeli menggunakan pinjaman jenis ini tidak bisa menghasilkan pendapatan atau dijual lagi dengan nilai yang sama. 

Asalkan dikelola dengan baik, utang konsumtif tidak selalu memiliki dampak buruk. Misalnya, kamu memastikan nilai cicilan kartu kredit bulanan tidak lebih dari 30% pendapatan dan membayarnya tepat waktu supaya tidak perlu membayar bunga dan lain sebagainya. 

Memilih dan Mengelola Utang Produktif

1. Pilih produk kredit yang sesuai kebutuhan

Saat ini ada banyak jenis utang produktif, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) atau Kredit Modal Kerja (KMK). Bahkan, pinjaman yang umumnya konsumtif seperti leasing laptop atau kendaraan bermotor bisa dijadikan utang produktif, selama ia digunakan untuk bisnis. 

Skema berbagai jenis produk pinjaman tersebut berbeda-beda, mulai dari beda jenis penggunaannya, beda nominal dan skema suku bunga (flat atau floating) sampai beda di syarat untuk mendapatkannya. Kalau kamu nggak  mau pusing memikirkan rincian tersebut, kamu bisa apply utang produktif di aplikasi kartu kredit Honest. Selain limitnya yang besar, skema bunganya juga mudah yaitu 1,75% per bulan atau 21% per tahun. 

Namun demikian, kartu kredit ini paling cocok untuk kebutuhan bisnis yang bernilai kecil dan atau sering terjadi. Contoh untuk membeli laptop atau membeli bahan bangunan untuk rumah kost. Mengapa demikian? Karena jika tagihan kartu kredit ini kamu bayar tepat waktu, kamu nggak perlu membayar bunga. 

2. Bandingkan bunga dengan potensi keuntungan

Utang produktif paling baik adalah utang yang bisa mendatangkan persentase keuntungan lebih besar dibandingkan nilai cicilan dan nilai bunganya. Contohnya, kamu beli laptop desain grafis seharga Rp12.000.000 dengan cicilan selama 1 tahun menggunakan kartu kredit Honest. Maka, pastikan setiap bulannya kamu mendapatkan penghasilan sebesar Rp1.300.000, Rp1.000.000 untuk membayar angsuran dan Rp300.000 untuk bunga. 

Dengan demikian, kamu bisa membayar pokok pinjaman secara utuh dan bunganya sekaligus hanya dari pendapatan bisnis itu saja. Untuk informasi lebih lengkap mengenai gimana sih cara Honest menghitung bunga, bisa kamu cek di tautan berikut.

Mengelola pinjaman produktif memang perlu hati-hati dan ketelitian sendiri karena nilainya yang besar dan tidak jarang membutuhkan agunan. Dapatkan pinjaman produktif kamu dengan mudah menggunakan kartu kredit limit 100 juta, Honest.  

Frequently Asked Questions (FAQ):

1. Apakah utang konsumtif bisa berubah jadi utang produktif?

Tentu, tapi nggak semua utang konsumtif bisa menjadi utang produktif. Contoh utang konsumtif yang bisa menjadi utang produktif misalnya kamu membeli handphone seharga 10 juta dengan cicilan 6 bulan yang awalnya hanya digunakan sebagai hiburan, kemudian beralih menjadi modal untuk menjadi konten kreator di sosial media.

2. Kenapa banyak yang menyarankan utang produktif untuk bisnis?

Utang produktif bisa menjadi modal awal untuk membangun bisnis. Adanya utang produktif sangat membantu operasional bisnis kamu dan membuatnya berkembang.

3. Apa risiko dari memiliki utang produktif?

Tidak selamanya utang produktif itu menguntungkan. Jika kamu mengalami risiko kerugian pada bisnis, maka kamu tetap harus membayar tagihan yang berjalan.

4. Bagaimana cara menghitung keuntungan jika memiliki utang produktif?

Intinya, rasio keuntungan harus lebih besar dari bunga pinjaman. Misalnya jika bunga pinjaman sebesar 10% per tahun, maka bisnismu harus menghasilkan keuntungan sebesar 15-20% keuntungan setiap tahunnya agar kamu  tetap mendapatkan untung meskipun harus membayar bunga.

5. Cicilan kartu kredit termasuk utang produktif atau utang konsumtif?

Bisa jadi keduanya. Kartu kredit menjadi utang produktif jika kamu pakai untuk mengembangkan bisnis. Sedangkan jika kamu menggunakannya untuk berbelanja atau self reward, kartu kredit merupakan utang konsumtif.

No items found.
No items found.

Tunggu apa lagi?

Dapatkan Honest Card kamu sekarang

Ajukan