Honest Bank Whatsapp
Strategi mengembangkan bisnis pertama dengan cermat dan meminimalisir kerugianStrategi mengembangkan bisnis pertama dengan cermat dan meminimalisir kerugian

Strategi mengembangkan bisnis pertama dengan cermat dan meminimalisir kerugian

Farichatul Chusna
Apr 9, 2026
Lompat ke:

Tahukah kamu, kalau 90% startup terancam gagal di 3-5 tahun pertama? Dilansir dari berbagai sumber, pemerhati keuangan dari Universitas Prasetya Mulya, Wijantini, menyebutkan terdapat setidaknya ada 6 faktor yang menyebabkan startup mengalami kegagalan, yaitu (a) model bisnis yang tidak fleksibel, (b) produk gagal diserap pasar, (c) kualitas leadership team, (d) faktor sosial politik dan lingkungan, (e) force majeure seperti Covid19, (f) masalah keuangan (Wijantini 2025).

Tapi, hal ini tidak seharusnya menjadi halangan untuk membangun bisnis pertama kamu. Karena memang pada dasarnya, mendirikan bisnis pasti butuh jatuh bangun. Berikut ini beberapa strategi mengembangkan bisnis pertama yang bisa kamu coba:

1. Mulai dari apa yang kamu punya

Salah satu skill yang harus dimiliki oleh seorang wirausahawan itu adalah resourcefulness atau kemampuan memanfaatkan sumber daya yang ada, termasuk sumber daya manusia, finansial dan aset tetap. Contohnya, kamu bisa menggunakan kartu kredit pribadi, sebagai sumber pembiayaan awal bisnis, jika sekiranya kamu masih belum berani mengambil pinjaman bank atau belum memiliki akses ke modal pihak ke-3. 

2. Cari product-market fit

Faktor penyebab kegagalan suatu produk di pasaran itu ada banyak, mulai dari produk tidak sesuai dengan selera konsumen (contoh, McDonald di India), inovasi nanggung (contoh: Aqua Splash of Fruit), sampai masalah waktu. Yup! Waktu! Hal ini dalam artian, inovasi produk yang kamu lakukan bisa jadi sudah keren, dan kamu punya sumber daya untuk melakukannya, tapi belum tentu produk tersebut siap diterima di pasaran.

Contohnya adalah Horizon World, produk virtual reality yang baru-baru ini ditutup oleh Meta. Menurut CNBC (2026), salah satu penyebabnya adalah publik masih skeptis terhadap teknologi VR. Selain itu, masyarakat pasca Covid19 juga masih menginginkan interaksi personal face-to-face

Oleh karena itu, penting kiranya untuk menemukan product-market-fit atau minimum viable product (MVP), yaitu produk-produk yang cukup inovatif, menyelesaikan masalah yang ada di masyarakat, tapi tetap bisa diterima oleh masyarakat tersebut. 

3. Membangun strategi pemasaran yang efektif

Terdapat dua kesalahan pemasaran yang seringkali menyebabkan sebuah bisnis gagal, yaitu diskon berlebihan dan ekspansi besar-besaran tanpa hitungan untung rugi yang matang. Diskon atau promosi berbasis harga lainnya memang bagus untuk menarik pembeli baru, tapi ia nggak akan bertahan lama apabila tidak diiringi dengan strategi pemasaran yang lebih substansial, seperti kualitas dan positioning produk yang bagus. Kedua, ekspansi besar-besaran juga bisa meningkatkan awareness bisnis, tapi jika dilakukan tanpa perhitungan untung rugi yang matang, maka ia juga tidak akan bertahan lama. Oleh karena itu, setiap pebisnis wajib belajar cara membangun strategi pemasaran bisnis yang efektif. 

Langkah pertama dan paling penting dalam belajar strategi pemasaran adalah “mendengarkan kebutuhan konsumen”. Untuk bisnis UMKM, mendengarkan konsumen jauh lebih mudah karena bisa berinteraksi secara langsung. Caranya, kamu bisa melakukan survei konsumen atau melakukan observasi kecil-kecilan. Hasil observasi dan survei tersebut kemudian bisa kamu gunakan untuk menentukan strategi pengembangan produk dan pemasaran. 

Contohnya, hasil observasi menunjukkan bahwa konsumen kamu mayoritas adalah Gen Z yang membayar menggunakan QRIS. Maka, untuk menggaet segmen konsumen ini, kamu bisa menambahkan QRIS sebagai opsi pembayaran

{{alert-cta}}

4. Membangun perencanaan keuangan yang adaptif

Skill lain yang harus dibangun oleh seorang pebisnis adalah mengembangkan strategi keuangan yang adaptif terhadap risiko. Perlu kamu ketahui, kalau modal bisnis pertama kamu tidak harus selalu dari kantongmu pribadi, tapi bisa juga dari angel investor, seperti orang tua kamu, pinjaman bank, atau bahkan dari venture capitalist. Setiap sumber pendanaan memiliki kelebihan dan risiko sendiri. Risiko tersebut seringkali berbentuk besaran suku bunga yang berbeda. 

Menjadikan kartu kredit Honest sebagai sumber modal bisnis pertama misalnya, kelebihannya adalah pertama bisa digunakan untuk keperluan bisnis apapun. Cukup gesek, tap atau pindai menggunakan fitur QRIS di Honest App, maka semua kebutuhan bisnis kamu bisa tercover. Kedua, mudah dipantau karena ada Honest App. Ketiga, limit akan semakin besar seiring jumlah saldo Honest Savings kamu membesar. Keempat, kartu kredit QRIS ini cocok untuk membayar kebutuhan keuangan karena unforeseen financial circumstances, seperti mendadak bensin kendaraan operasional habis di jalan atau ada karyawan yang mengalami kecelakaan. 

Kekurangannya adalah, suku bunga kartu kredit yang relatif lebih tinggi dibandingkan jenis pinjaman perbankan lain. Tapi, tenang saja, selama kamu bisa membayar tagihan tepat waktu, kamu nggak perlu bayar biaya bunga. Kelebihan dan kekurangan masing-masing sumber pendanaan ini perlu kamu pertimbangkan terlebih dahulu sebelum memilih sumber pendanaan yang sesuai.  

5. Membangun networking

Salah satu cara mengembangkan bisnis yang nggak kalah penting adalah dengan membangun networking. Relasi disini tidak hanya orang-orang yang memiliki hubungan atau karakteristik yang sesuai dengan keinginan kamu (homogenous), tapi juga bisa orang-orang random yang bisa jadi berpeluang untuk menjadi partner bisnis kamu kedepannya (heterogenous). 

Membangun networking ini penting karena bisa jadi orang-orang tersebut akan menjadi konsumen produk, mentor atau bahkan menyumbangkan modal untuk bisnis kamu. 

Tidak dapat dipungkiri bahwasanya tidak semua bisnis akan langsung sukses setelah 3 atau 5 tahun berdiri. Tapi, dengan perencanaan yang matang dan kemampuan adaptasi yang bagus, bukan tidak mungkin bisnismu bisa menjadi legacy yang bisa kamu wariskan untuk anak cucu kelak.

Frequently Asked Questions (FAQ):

1. Kapan waktu yang tepat untuk merekrut karyawan pertama?

Jika bisnismu sudah mengalami penambahan beban kerja operasional sampai susah jika harus melakukannya sendirian, kamu boleh merekrut karyawan pertama. Atau, jika dalam bisnismu membutuhkan keahlian khusus, kamu juga boleh merekrut karyawan.

2. Apakah bagus jika fokus pada banyak produk saat awal mengembangkan bisnis?

Sebaiknya, kamu fokus terhadap produk utama terlebih dahulu sebelum melakukan diversifikasi produk hingga stabil. Jika penjualanmu sudah stabil, kamu bisa mencoba memperbanyak variasi produk lain secara bertahap.

3. Seberapa efektif pemasaran melalui media sosial?

Di zaman sekarang, banyak orang lebih suka berbelanja barang melalui media sosial karena lebih praktis dan fleksibel. Kamu bisa mencoba memasarkan bisnismu melalui berbagai platform media sosial seperti Facebook, TikTok, dan Instagram untuk mencari pembeli.

4. Bagaimana cara saya bersaing dengan kompetitor bisnis yang lebih besar?

Kamu cukup fokus terhadap kualitas dan membangun komunikasi yang baik kepada pelanggan. Dengan begitu, kemungkinan besar pelanggan akan melakukan repeat order.

5. Apa yang harus dilakukan jika penjualan mendadak menurun?

Segera lakukan evaluasi pada bisnismu, cek tren pasar sekaligus lakukan riset pasar. Selain itu, kamu juga boleh meminta feedback dari pembeli sebagai bahan evaluasi.

No items found.
No items found.

Bayar QRIS dari aplikasi Honest

Pakai limit kreditmu, bayar di jutaan merchant QRIS di Indonesia

Coba sekarang!

Bayar QRIS dari aplikasi Honest

Pakai limit kreditmu, bayar di jutaan merchant QRIS di Indonesia

Coba sekarang!

Tunggu apa lagi?

Dapatkan Honest Card kamu sekarang

Ajukan