Ini 10 negara dengan paspor terkuat di dunia tahun 2026, adakah Indonesia?
Henley & Partners, sebuah perusahaan konsultan asal London, Inggris sudah mempublikasikan 10 negara dengan paspor terkuat di dunia. Paspor yang kuat akan mempermudah pemegangnya untuk traveling ke luar negeri. Hal ini khususnya untuk paspor reguler (bukan paspor dinas atau diplomatik).
Misalnya, jika kamu bekerja sebagai content creator travel, dengan memiliki paspor yang kuat, kamu nggak perlu apply visa berulang kali dan tentunya mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Berikut ini 10 negara dengan paspor terkuat di dunia versi Henley & Partners.
10 negara dengan paspor terkuat di dunia
Perlu diketahui bahwasanya dalam satu peringkat bisa terdiri dari lebih dari satu negara. Misalnya, Jepang dan Korea Selatan yang sama-sama menempati peringkat ke-2, sama-sama menawarkan bebas visa ke 187 negara untuk warga negaranya.
Berikut ini peringkat 10 negara dengan paspor terkuat di dunia:
- Singapura sebagai paspor terkuat di dunia nomor 1 dengan 192 negara bebas visa;
- Korea Selatan dan Jepang dengan 187 negara bebas visa;
- Swedia dan Uni Emirat Arab dengan 186 negara bebas visa;
- Belgia, Denmark, Finlandia, Prancis, Jerman, Irlandia, Italia, Luxembourg, Belanda, Norwegia, Swiss yang semuanya menawarkan 185 negara bebas visa;
- Austria, Yunani, Malta, Portugal, dengan 184 negara bebas visa;
- Hungaria, Malaysia, Polandia, Slovakia, Slovenia, dengan 183 negara bebas visa;
- Australia, Kroasia, Czechia, Estonia, Latvia dengan 182 negara bebas visa;
- Kanada, Liechtenstein, Lithuania dengan 181 negara bebas visa;
- Islandia dengan 180 negara bebas visa;
- Amerika Serikat dengan 179 negara bebas visa.
Adapun Indonesia berada di peringkat ke-62. WNI bisa jalan-jalan ke 72 negara lainnya dengan tanpa perlu mengurus visa. Dibandingkan dengan negara lainnya di Asia Tenggara, Indonesia berada di posisi ke-6 setelah Malaysia.
Manfaat memiliki paspor kuat
Sederhananya, memiliki paspor yang kuat berarti kamu tidak perlu mengurus visa saat jalan-jalan ke luar negeri. Sebagai konsekuensinya, kamu akan memiliki berbagai manfaat turunan sebagai berikut:
- Hemat biaya, karena tidak perlu membayar biaya visa, biaya agen maupun biaya-biaya lain yang dibutuhkan untuk mengurus visa. Jadi, kamu bisa jalan-jalan ke luar negeri dengan lebih hemat.
- Hemat waktu, mengurus visa juga membutuhkan waktu. Bahkan, untuk jenis visa tertentu, bisa memakan waktu lebih dari 1 bulan. Jadi, ketika tidak perlu mengurus visa, kamu bisa menggunakan waktu tersebut untuk hal lainnya.
- Bebas dari restriksi tertentu. Beberapa jenis visa membutuhkan syarat dokumen tambahan yang agak sulit, seperti saldo minimum di rekening bank. Jadi, kalau kamu nggak perlu mengurus visa, maka kamu juga nggak perlu mengurus dokumen tambahan ini.
- Memiliki citra yang lebih baik di luar negeri. Memiliki paspor yang kuat secara tidak langsung juga terkait dengan stigma negara kamu di luar negeri. Jepang misalnya, dikenal sebagai negara yang kuat dan taat aturan. Maka dari itu, ketika pemilik paspor negara ini pergi ke luar negeri, banyak negara yang berasumsi kalau dia tidak akan melakukan tindak kriminal atau menyalahi aturan lainnya.
- Memiliki fleksibilitas yang tinggi dalam dunia kerja. Contoh, seseorang bisa dipilih sebagai karyawan dibandingkan dengan kandidat lainnya karena dia memiliki paspor Singapura. Tidak hanya karena Singapura merupakan negara dengan paspor terkuat di dunia, tetapi juga karena dengan memiliki paspor ini, orang tersebut bisa disuruh bekerja ke banyak negara dengan tanpa perlu mengeluarkan biaya visa.
Faktor-Faktor yang mempengaruhi kekuatan suatu paspor
Faktor langsung (direct factor) yang mempengaruhi kekuatan suatu paspor adalah jumlah fasilitas bebas visa yang ditawarkan oleh negara tersebut kepada warganya. Tapi, faktor tidak langsung (indirect factor) yang menyebabkan hal ini antara lain:
1. Kemampuan menjalin kerjasama antar negara (diplomasi)
Semakin kuat kerjasama antar negara, maka semakin besar pula kemungkinan warga negara tersebut untuk mendapatkan bebas visa. Contohnya adalah hubungan antara Indonesia dan negara-negara ASEAN lainnya. Kerjasama antara negara-negara di Asia Tenggara ini cukup kuat, maka tidak heran jika WNI bisa jalan-jalan ke Singapura, Malaysia, atau negara-negara ASEAN lainnya dengan tanpa perlu visa.
Apalagi saat ini berbagai fasilitas pembayaran, seperti QRIS dan aplikasi kartu kredit Honest juga bisa digunakan di negara-negara tersebut karena kartu kredit ini bekerjasama dengan Visa, sebuah perusahaan penyedia layanan jasa keuangan asal Amerika Serikat. Jalan-jalan ke negara-negara ASEAN bisa menjadi solusi kamu untuk liburan ke luar negeri yang lebih hemat dan praktis.
2. Kondisi sosial, politik, ekonomi suatu negara
Afghanistan, Syria dan Iraq adalah 3 negara dengan peringkat paspor terendah versi Henley & Partners. Hal ini tidak mengherankan, mengingat bahwasanya negara-negara tersebut adalah daerah rawan konflik, sehingga banyak negara yang melarang masyarakatnya jalan-jalan ke sana atau sebaliknya, pemerintah negara-negara tersebut enggan atau tidak sempat menjalin kerjasama dengan negara lain karena sibuk mengurusi kondisi sosial dalam negeri.
Faktor ini juga yang bisa membuat peringkat paspor negara yang tampaknya maju, seperti Amerika Serikat atau Inggris bisa turun. Hal ini juga bisa menyebabkan suatu negara menawarkan bebas visa untuk warga negara lain tapi pemerintah warga negara lain tersebut tidak menawarkan bebas visa untuk warga negara tersebut. Misalnya, orang Australia ke Indonesia cukup lapor Visa on Arrival (VoA), tapi orang Indonesia ke Australia perlu mengurus visa dari awal.
3. Citra masyarakat negara tersebut di luar negeri
Kamu ingin paspor Indonesia semakin kuat? Maka, bangunlah citra yang baik selama jalan-jalan atau tinggal di luar negeri. Pelan-pelan, bangunlah kepercayaan bahwa orang Indonesia itu ramah, taat aturan, dan pekerja keras. Semakin banyak warga Indonesia yang berkelakuan baik dan menduduki posisi penting di luar negeri, tentu impresi orang luar negeri ke WNI dan Indonesia secara keseluruhan akan semakin bagus.
Bayar biaya pengajuan visa kini lebih mudah dengan menggunakan kartu kredit Honest (yang berlogo Visa) dan Honest App. Cukup masukkan data kartu kredit kamu sebagai metode pembayaran dan cuss proses pengajuan visa sudah bisa diurus. Karena memang, dengan kartu kredit Honest, jalan-jalan ke luar negeri jadi lebih praktis tanpa ribet.
Frequently Asked Questions (FAQ):
1. Apakah peringkat negara dengan paspor terkuat bisa berubah?
Ya, peringkat ini bersifat dinamis dan diperbarui setiap kuartal berdasarkan kebijakan visa global oleh lembaga tertentu, seperti Arton Capital dan Henley & Partners.
2. Kenapa negara di Eropa banyak yang paspornya kuat?
Negara-negara di Eropa banyak yang menduduki negara dengan paspor terkuat karena adanya kerjasama di kawasan Uni-Eropa dan kawasan Schengen, juga faktor stabilitas ekonomi serta stabilitas politik yang baik.
3. Negara mana yang paspornya paling lemah?
Afghanistan adalah negara dengan paspor paling lemah di dunia yang akses bebas visanya hanya 24 hingga 26 destinasi karena adanya faktor kondisi keamanan dan politik.
4. Bagaimana cara mengecek peringkat paspor?
Kalau kamu ingin mengecek peringkat paspor yang diperbarui secara real time bisa mengunjungi laman resmi Henley Passport Index atau Passport Index by Arton Capital.
5. Apa bedanya visa free dan visa on arrival (VoA)?
Visa free atau bebas visa artinya kamu bebas memasuki negara tujuan hanya dengan paspor secara gratis dan tak perlu mengantri. Sedangkan visa on arrival mengharuskan kamu membayar sejumlah biaya dan mengurus dokumen saat tiba di negara tujuan.
Tunggu apa lagi?
Dapatkan Honest Card kamu sekarang








