Honest Bank Whatsapp
Perbandingan biaya transaksi luar negeri pakai kartu kredit vs kartu debit, mana yang lebih hemat?Perbandingan biaya transaksi luar negeri pakai kartu kredit vs kartu debit, mana yang lebih hemat?

Perbandingan biaya transaksi luar negeri pakai kartu kredit vs kartu debit, mana yang lebih hemat?

Farichatul Chusna
Sep 7, 2026
Lompat ke:

Baik kartu kredit maupun kartu debit (selain yang berlogo GPN) sama-sama bisa digunakan di luar negeri. Meskipun demikian, keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, khususnya dalam hal biaya. 

Lalu manakah yang lebih baik antara transaksi luar negeri pakai kartu kredit vs kartu debit? Mari kita cari tahu penjelasannya di sini!

Komponen biaya kartu kredit vs debit saat transaksi luar negeri

Secara garis besar, komponen biaya transaksi luar negeri menggunakan kartu kredit dan debit kurang lebih sama. Kamu bisa baca penjelasannya di bawah ini.

1. Biaya transaksi luar negeri

Biaya transaksi luar negeri (foreign transaction fees) dibebankan oleh bank baik kepada pemegang kartu kredit maupun debit karena bank perlu menukarkan uang nasabah (rupiah) ke mata uang negara terkait. Oleh karena itu, umumnya bank menerapkan biaya dengan persentase yang sama, yaitu sebesar 1-3% per transaksi baik untuk transaksi menggunakan kartu debit maupun kredit. 

Tapi ada juga bank yang menawarkan kartu kredit tertentu yang memang didesain untuk bebas biaya transaksi luar negeri. Salah satunya kartu kredit Honest. Dengan belanja menggunakan kartu ini, kamu nggak perlu membayar biaya transaksi luar negeri, khususnya apabila semua tagihan dibayar lunas tepat waktu. 

2. Biaya tarik tunai di luar negeri

Dalam komponen biaya inilah, belanja pakai kartu kredit di luar negeri bisa lebih mahal. Hal ini karena kamu akan dikenakan 2 biaya sekaligus, yaitu biaya tarik tunai kartu kredit (cash advance) dan biaya bunga. Besaran biaya cash advance ini bisa sampai 6% dari total uang yang diambil. Misalnya, kamu mengambil uang senilai AUD 100 dari kartu kredit terbitan bank Indonesia, maka kamu harus membayar biaya cash advance sebesar AUD 6 (Rp78.000) dan bunga.

Di sisi lain, biaya tarik tunai di luar negeri tidak dikenakan bunga dan memiliki nominal tetap dengan besaran bervariasi tergantung mata uang tujuan. Untuk tarik tunai dari IDR ke AUD misalnya, bank di Indonesia umumnya menerapkan biaya tarik tunai flat sebesar 3 atau 4 AUD (Rp39.000-52.000) per transaksi.  

3. Biaya kurs dinamis

Ada kalanya saat melakukan transaksi dengan merchant di luar negeri, kamu akan ditanya mengenai apakah akan membayar menggunakan rupiah atau mata uang lokal negara tersebut. Kalau kamu memilih menggunakan rupiah, biasanya kamu akan dibebani biaya kurs dinamis (dynamic conversion fees) yang mana nilainya cukup besar. 

Supaya jalan-jalan bisa lebih hemat dan nggak perlu membayar biaya ini, kamu bisa membayar pakai mata uang lokal saja.

4. Biaya transaksi tambahan (surcharge)

Banyak merchant di beberapa negara menerapkan biaya transaksi tambahan (surcharge) jika kamu membayar menggunakan kartu debit atau kredit. Biaya ini digunakan merchant untuk membayar biaya jasa bank, perusahaan penyedia jaringan kartu (seperti Visa) dan biaya lain (seperti biaya penggunaan internet dan mesin EDC). 

Biasanya, besaran surcharge untuk transaksi menggunakan credit card lebih besar dibandingkan dengan kartu debit. Di Australia misalnya, belanja menggunakan kartu debit akan kena surcharge sebesar 0,4–0,8% per transaksi, sementara menggunakan kartu kredit bisa mencapai 0,8%- 1,5% per transaksi. Nilai surcharge ini umumnya akan semakin besar saat hari libur. 

Lantas apakah hal ini berarti jalan-jalan ke luar negeri lebih murah menggunakan kartu debit? Jawabannya adalah belum tentu. Sebab, setiap bank dan negara memiliki kebijakan berbeda, khususnya mengenai surcharge. Bukan cuma itu, seringkali kartu kredit menawarkan berbagai promo yang jarang dimiliki kartu debit, seperti cashback, poin reward yang bisa ditukarkan dengan diskon, dan masih banyak lagi lainnya.

Selain itu, menggunakan kartu kredit saat di luar negeri juga lebih aman karena jika benda ini hilang atau secara tidak sah digunakan oleh orang lain, kamu bisa mengajukan ganti ke bank. Apalagi jika kamu juga menggunakan aplikasi kartu kredit seperti Honest App. Dengan aplikasi seperti ini, kamu dapat dengan cepat dan mudah memblokir kartu yang jatuh atau hilang. 

Kapan waktu yang tepat menggunakan kartu debit dan kredit di luar negeri?

Kedua kartu ini memang bisa digunakan kapanpun dan dimanapun selama ada logo Visa atau perusahaan jaringan pembayaran internasional lainnya. Akan tetapi, konteks penggunaannya bisa dimaksimalkan sesuai kebutuhan:

Kartu debit

  1. Untuk membeli kebutuhan sehari-hari yang nilainya kecil, seperti makan, jajan atau transportasi antar kota; 
  2. Untuk mengambil uang tunai dalam jumlah cukup besar. Hal ini khususnya jika kamu akan jalan-jalan di daerah yang masih belum banyak menggunakan pembayaran non-tunai;

Kartu kredit

  1. Untuk membeli kebutuhan jalan-jalan yang nilainya cukup besar, seperti biaya hotel, tiket pesawat pulang pergi, beli alat elektronik, biaya visa dan lain sebagainya. Dengan membayar menggunakan credit card untuk berbagai kebutuhan ini, kamu bisa mendapatkan keuntungan berupa diskon, cashback hingga berbagai travel perks lainnya. 
  2. Untuk kebutuhan darurat selama di perjalanan. Misalnya, saldo tabungan yang sudah dipersiapkan tidak cukup untuk membeli oleh-oleh. Maka, kamu bisa menggunakan kartu kredit. 
  3. Untuk belanja di merchant yang menawarkan diskon untuk pemegang kartu kredit tertentu. 

Terlepas dari mana yang lebih hemat, ada baiknya kamu membawa kedua kartu ini sekaligus selama jalan-jalan di negara orang, sehingga kamu bisa lebih praktis dan fleksibel dalam berbelanja.

Frequently Asked Questions (FAQ):

1. Apakah transaksi kartu kredit di luar negeri selalu dikenakan bunga?

Nggak selalu. Biasanya kalau tagihannya dibayar penuh dan tepat waktu, tidak akan dikenakan bunga ataupun biaya tambahan lainnya. Contohnya transaksi menggunakan kartu kredit Honest di luar negeri, kamu bisa bebas transaksi tanpa dikenakan biaya tambahan asal tagihannya dibayar secara penuh.

2. Kenapa banyak yang menggunakan kartu kredit untuk transaksi saat liburan ke luar negeri meskipun tahu biaya transaksinya lebih mahal dari kartu debit dan uang cash?

Meskipun transaksi pakai kartu kredit tambahan biaya dan bunganya lebih mahal, tetapi ketika semakin sering menggunakannya untuk transaksi di luar negeri maka semakin banyak pula poin reward yang bisa dikumpulkan dari pembayaran penginapan dan belanja hingga poin miles dari perjalanan yang bisa ditukarkan dengan reward menarik.

3. Transaksi di luar negeri pakai kartu debit apakah akan dikenakan bunga?

Tidak. Ketika kamu menggunakan kartu debit untuk transaksi di luar negeri, saldonya akan langsung terpotong. Tetapi kemungkinan hanya akan dikenakan tambahan biaya transaksi saja yang besarnya tergantung kebijakan penerbit kartunya.

4. Sering pakai kartu kredit di luar negeri apakah biaya bulanannya juga akan berubah?

Tidak. Biaya yang dikenakan pada kartu kreditmu nggak akan berubah meskipun kamu sering bolak-balik ke luar negeri, tetap sama dengan biaya bulanan yang biasanya kamu bayarkan.

5. Apa yang terjadi kalau saya mengalami gagal transaksi di luar negeri pakai kartu debit, apakah saldonya akan langsung dikembalikan?

Biasanya, saldonya nggak langsung dikembalikan oleh bank, tetapi mengalami penahanan sementara (hold amount) sesuai nilai kurs saat kamu transaksi. Saldo yang tertahan itu kemudian dilepaskan setelah beberapa hari.

No items found.
No items found.

Tunggu apa lagi?

Dapatkan Honest Card kamu sekarang

Ajukan