Honest Bank Whatsapp
7 strategi mengelola uang pesangon pasca kena PHK agar tidak cepat habis7 strategi mengelola uang pesangon pasca kena PHK agar tidak cepat habis

7 strategi mengelola uang pesangon pasca kena PHK agar tidak cepat habis

Farichatul Chusna
Jan 15, 2025
Lompat ke:

Tahu nggak sih, kalau labour atau tenaga kerja adalah salah satu komponen variable cost dari sebuah perusahaan? variable cost atau biaya variabel adalah biaya yang nominalnya semakin besar seiring dengan semakin banyaknya jumlah barang yang diproduksi oleh perusahaan. 

Ini artinya, jika kegiatan produksi perusahaan meningkat, jumlah tenaga kerja bisa jadi akan meningkat pula, begitu pun sebaliknya. Jadi, jangan heran kalau ketika perusahaan tempat kamu bekerja sedang krisis, maka tenaga kerja seperti kamu adalah pihak yang paling rentan terkena layoff (PHK). 

Secara teoritis, karyawan harus mempersiapkan dana darurat sebelum kena PHK. Tapi, gimana kalau dana darurat sudah terkumpul, tapi belum cukup atau malah tidak terkumpul sama sekali? Yuk simak 7 strategi mengelola uang pesangon PHK berikut ini:

1. Ketahui hak kamu

Langkah pertama yang harus kamu lakukan ketika mendapatkan surat layoff dari perusahaan adalah menilai hak finansial yang harus kamu peroleh dari perusahaan. Hak finansial ini termasuk uang pesangon, uang penghargaan masa kerja (UPMK) dan BPJS Ketenagakerjaan. 

Proses penghitungan pesangon dan UPMK berbeda-beda tergantung dengan jenis kontrak kerja dan masa kerja. Begitu pula dengan penghitungan dan cara pencairan BPJS Ketenagakerjaan. Untuk info lebih lengkap, kamu bisa cek artikel dari Hukumonline ini.

2. Hitung total aset yang dimiliki

Setelah mengumpulkan hak karyawan diatas selesai, kamu bisa menghitung total aset yang kamu miliki. Aset dapat terbagi menjadi dua jenis, yaitu aset tetap atau tidak lancar (fixed asset) dan  aset lancar (current asset). 

Sederhananya, aset tetap adalah jenis aset yang susah dipindah tangankan (dijual), seperti rumah, mobil, peralatan elektronik, jam tangan mewah dan lain sebagainya. Sebaliknya, aset lancar adalah aset yang lebih mudah dijual atau diuangkan, seperti uang tunai, tabungan, dna darurat, dana pensiun, deposito, emas, surat berharga, atau hal-hal lain yang bisa segera kamu gunakan untuk membayar kebutuhan pokok yang harus segera dipenuhi. 

Jika aset lancar yang kamu miliki dirasa kurang cukup untuk memenuhi kebutuhan kamu dan keluarga selama mencari pekerjaan baru, maka pilihlah diantara sekian banyak aset tetap yang kamu miliki untuk dijual atau digadaikan. Dengan demikian, kamu nggak perlu berhutang untuk memenuhi kebutuhan harian.

3. Buat prioritas pengeluaran

Langkah ke-3 mengelola uang pesangon PHK adalah menyusun prioritas dan anggaran pengeluaran. Disarankan pengeluaran wajib dan rutin, seperti membayar tagihan listrik, kebutuhan sehari-hari, kebutuhan anak dan istri, membayar cicilan kendaraan bermotor atau rumah menjadi prioritas utama. Hal ini karena kebutuhan-kebutuhan di atas tetap harus kamu bayar meskipun kamu nggak ada uang.

Agar lebih praktis, kamu bisa membayar tagihan dengan aplikasi kartu kredit Honest. Dengan cara ini, kamu bisa membayar tagihan (bills), entah itu listrik, air dan lain-lain secara otomatis menggunakan aplikasi. Kamu lalu bisa melunasinya sekali saja sebelum tanggal jatuh tempo supaya tidak kena bunga maupun biaya administrasi.

4. Menghilangkan utang konsumtif

Salah satu pos pengeluaran yang sebaiknya dijadikan prioritas dalam mengelola uang pesangon PHK adalah pengeluaran untuk menghilangkan utang konsumtif atau utang yang digunakan untuk membeli barang-barang yang tidak dipakai untuk bisnis. Kata menghilangkan disini bisa berupa melunasi utang tersebut atau melakukan over kredit, jika pelunasan dirasa tidak memungkinkan. 

Misalnya, kamu terkena PHK, padahal masih memiliki cicilan iPhone sebesar Rp1.000.000 per bulan. Agar tidak membebani keuangan kamu dalam jangka panjang, kamu bisa menjual iPhone tersebut, menggadaikannya, atau melunasinya sekaligus. Tujuannya adalah supaya kamu nggak memiliki cicilan dalam beberapa bulan mendatang atau memiliki cicilan tapi dengan bunga yang lebih kecil. 

5. Melakukan restrukturisasi kredit

Jika suatu utang konsumtif tidak bisa dilunasi seketika atau dijual karena nilainya terlalu besar atau barangnya benar-benar dibutuhkan, maka strategi yang bisa kamu lakukan adalah dengan melakukan restrukturisasi kredit. Kredit Pemilikan Rumah (KPR) misalnya, kamu bisa mengajukan restrukturisasi kredit ke bank. 

Biasanya, program restrukturisasi kredit akan memberikan keringanan kepada nasabah dalam bentuk bunga yang lebih rendah, pembayaran pokok saja dulu dan atau tenor pinjaman yang diperpanjang. Solusi ini cocok untuk meringankan beban keuangan dalam jangka pendek (1 tahun), tapi memiliki konsekuensi untuk keuangan dalam jangka panjang. Jadi, pertimbangkan matang-matang terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan ini.  

6. Menyisihkan sebagian pesangon untuk modal bisnis

Sebagian orang memandang kena PHK sebagai langkah awal untuk memutar bisnis. Maka dari itu, nggak heran jika banyak orang yang menggunakan uang pesangon PHK mereka sebagai modal awal membuka suatu usaha. 

Kamu juga bisa memanfaatkan kartu kredit limit 100 juta, seperti Honest untuk membantu permodalan usaha pasca PHK. Dengan demikian, kamu bisa membangun bisnis dengan skala lebih besar dibandingkan seharusnya.

Tentunya hal ini memang hal yang positif. Tapi, perlu diingat kalau membuka bisnis tidak selamanya bisa langsung sukses, sehingga jangan semua uang pesangon digunakan untuk membuka usaha. Sisihkan sebagian uang pesangon PHK kamu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan dana darurat untuk berjaga-jaga jika ternyata kamu harus memulai bisnis lagi dan lagi. 

7. Mencatat pengeluaran

Hal yang nggak kalah penting dalam mengelola uang pesangon pasca PHK adalah melakukan pencatatan pengeluaran. Pastikan kamu mencatat pengeluaran kamu dengan baik, supaya tidak ada pengeluaran yang melebihi yang seharusnya. 

Saat ini ada banyak aplikasi yang dapat dipakai untuk mencatat pengeluaran harian, mulai dari aplikasi spreadsheet, aplikasi khusus dompet digital sampai aplikasi kartu kredit Honest juga bisa. Apalagi jika pengeluaran kamu berbasis pembayaran digital (bukan uang tunai). 

Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) memang suatu momen yang bisa merubah arah hidup kita selamanya. Don’t be afraid! Hadapi PHK dengan pengelolaan keuangan yang baik dan bijaksana!

No items found.
No items found.

Tunggu apa lagi?

Dapatkan Honest Card kamu sekarang

Ajukan